Yohanes 1:19-23
Yohanes 1:23. “Jawabnya: “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”
Tak salah jika Tuhan Yesus menilai Yohanes Pembaptis sebagai yang ‘terbesar’ (Mat. 11:11), karena sikap hidupnya menunjukkan hal itu. Ia tinggal di padang gurun, berpakaian bulu unta, makanannya belalang madu hutan. Sangat sederhana tetapi ia adalah seorang yang menjalankan tugasnya dengan setia. “Berseru-seru di padang gurun’ bukanlah tugas yang ringan dan penuh dengan tantangan, karena padang gurun adalah tempat yang penuh bahaya, tandus dan tidak nyaman.
Kita pun dipanggil-Nya untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Berseru di padang gurun dunia juga sangat tidak mudah, karena berhadapan dengan dunia yang membenci Injil Keselamatan. Saat kita melayani Tuhan, kita akan menemukan orang-orang yang menentang dan mencemooh kita. Maukah kita tetap teguh berdiri dan menyatakan, bahwa waktu kedatangan-Nya sudah dekat?
Selain itu, cobaan untuk menjadi sombong pun mengintai kita, tatkala kita tetap mampu berdiri dan melewati semua tantangan. Banyak orang saya lihat menjadi congkak rohani dan seolah lebih sungguh-sungguh dari pada yang lain, karena mereka merasa telah membayar harga yang lebih dalam mengikut Tuhan Yesus, dibandingkan orang Kristen lainnya. Jangan pernah lupa, bahwa kriteria terbesar bagi Tuhan adalah siapa yang lebih rendah hati dan memposisikan dirinya sebagai hamba (Mat. 23:11).
Mari dengan berani kita terus memberitakan Injil Kerajaan Sorga di tengah dunia, melayani Tuhan berapa pun harganya yang disertai dengan kerendahan hati dan pengabdian yang tulus bagi Tuhan kita Yesus Kristus.
Doa: “Tuhan Yesus, penuhi kami dengan Roh-Mu dan berikan kami hati yang terbeban dan penuh kasih Ilahi. Biarlah kami selalu tulus dan rendah hati, karena kebesaran dan kemuliaan hanyalah bagian-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
