Renungan Harian (24 Agustus 2015)

TANGISAN TERAKHIRTANGISAN TERAKHIR

Yohanes 11:17-44

Yohanes 11:33a. “Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya.”

Dalam tradisi suku tertentu, penghormatan terakhir kepada orang yang meninggal sangat ditekankan. Keluarga, saudara dan sahabat harus menangis atau meratapi kepergiannya. Tangisan ini dilakukan dengan kuat sampai menuju ke pemakaman, sebagai tangisan terakhir. Tangisan dari orang tua, anggota keluarga sangat dianjurkan, semakin kuat semakin baik. Bahkan ada orang-orang yang disewa khusus untuk menangis dan meratap. Bahkan orang yang ikut melayat pun dapat menangis karena terharu melihat kesedihan keluarga.

Tangisan yang terdengar dari orang-orang yang ada di sekitar jenazah menunjukkan, bahwa ada kesedihan yang mendalam karena orang yang dicintai telah meninggalkan mereka. Tetapi benarkah orang-orang yang menangis itu peduli dan mengasihi orang yang meninggal tersebut? Apakah mereka hanya mengikuti tradisi? Apakah hanya karena dibayar untuk menangis? Tangisan mereka tidak selalu berarti ada kepedulian sebagai seorang saudara.

Tangisan Maria bukan karena tradisi, bukan karena dibayar tetapi tangisan karena mengasihi saudaranya yang meninggal, yaitu Lazarus. Maria adalah perempuan yang rela memecahkan buli-buli minyak wangi yang mahal untuk mengurapi kaki Yesus sebagai tanda kasih kepada-Nya karena Yesus telah lebih dulu mengasihinya. Kasih Maria kepada Yesus yang melandasi kasih Maria kepada Lazarus, kasih seperti itulah yang mengharukan hati Yesus. Kasih yang tulus karena kasih Yesus yang ada dalam dirinya.

Apakah kepedulian Anda kepada keluarga dilandasai oleh kasih kepada Yesus? Apakah persaudaraan Anda dengan orang lain dilandasi oleh kasih kepada-Nya? Hanya kasih Yesus yang mampu mempersatukan tali persaudaraan, mengatasi segala perbedaan yang ada, melembutkan setiap hati yang keras dan memulihkan setiap kekecewaan yang dialami. Menangislah karena kepedulian yang tulus terhadap orang-orang yang kita kasihi. (NK).

Doa: “Tuhan Yesus, penuhilah kami dengan kasih-Mu sehingga kami pun dapat mengasihi orang lain seperti Engkau telah mengasihi kami. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …