
PEMUJI DAN PENYEMBAH SEJATI
Habakuk 3:1-19
Mazmur 119:54. Ketetapan-ketetapan-Mu adalah nyanyian mazmur bagiku di rumah yang kudiami sebagai orang asing.
“Seorang pemuji dan penyembah Tuhan yang sejati adalah ia yang mampu melihat keindahan Allah meski di tengah badai.”
Sebaris kalimat yang pernah saya baca begitu menancap kuat di dalam hati saya. Begitu kuat, sehingga setiap kali musim kehidupan yang berat melanda hidup saya, kalimat ini pasti terngiang-ngiang di dalam hati saya. Sebagai seorang pemimpin pujian, saya harus hidup sebagai pemuji dan penyembah Allah yang sejati. Artinya, saya harus tetap memuji, menyembah dan percaya akan kasih dan pribadi Allah, apa pun musim kehidupan yang sedang saya jalani.
Seorang pemuji dan penyembah bukanlah seorang yang pandai dan suka bernyanyi lagu rohani. Belum tentu juga mereka yang melayani di mimbar sebagai pemimpin pujian dan pemuji adalah benar-benar pemuji dan penyembah Tuhan. Reaksi kita ketika kita dimasukkan kedalam ‘api’ untuk dimurnikan, itulah yang menjadi tanda apakah kita benar-benar seorang pemuji dan penyembah Allah.
Ya, mudah untuk kita memuji dan menyembah Tuhan ketika segalanya baik-baik saja dan sesuai dengan kehendak kita. Akan tetapi, ketika kita mengalami banyak masalah, kekecewaan, pengkhianatan, kekurangan dan banyak hal yang tidak mengenakkan, dapatkah kita tetap memuji Allah, menyembah-Nya dan taat melakukan kehendak-Nya? Atau sebaliknya, kita memilih untuk marah, menggerutu, mengasihani diri, dan bersungut-sungut kepada Allah, seolah-olah Ia adalah hamba yang harus menaati maunya kita dan bukan sebaliknya?
Waktu Anda dan saya menghidupi firman Tuhan yang kita percaya dan ‘khotbahkan’, saat itulah pelayanan dan hidup kita dapat berdampak dan memiliki kuasa untuk mengubahkan keadaan. Itu yang membuat kita berbeda.
Berhenti bersungut-sungut dan persembahkanlah syukur sebagai korban yang memuliakan Allah.
Doa: “Tuhan Yesus, apa pun musim kehidupanku, aku akan tetap menaikkan syukur dan memuji-Mu, karena aku percaya kasih-Mu sempurna dan Engkau cukup bagiku. Amin.”
Bacaan Setahun: Amsal 16-18; 2 Korintus 2.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
GBI Pasir Koja 39 Bandung