Efesus 4:11-16
Matius 22:29. “Yesus menjawab mereka: “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!”
Semua keyakinan kita bersumber kepada kebenaran firman Tuhan (Alkitab). Oleh karenanya, kita harus memahami Alkitab dengan benar. Nah, untuk mengerti firman Tuhan dengan benar, maka kita perlu membaca dan mempelajarinya dengan tekun, serta berdoa meminta petunjuk Roh Kudus, sehingga kita dapat memahami setiap firman Tuhan dengan penafsiran yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pada dasarnya penyesatan terjadi, karena perlakuan dan penafsiran Alkitab yang tidak tepat. Menambahkan kebenaran Alkitab adalah salah satu bentuk penyesatan, salah satunya adalah ajaran Mormon, yang menyatakan, bahwa Alkitab bukanlah satu-satunya dasar kebenaran dan harus ditambah dengan kitab Mormon. Contoh lainnya adalah ajaran yang sempat berkembang tentang baptisan orang mati dan penginjilan orang mati, yang jelas-jelas tidak pernah diajarkan di Alkitab.
Mengurangi kebenaran firman Allah juga merupakan bentuk penyesatan. Contoh yang paling jelas adalah Saksi Yehova yang berdoktrin tidak ada neraka di mana orang berdosa akan dihukum, hanya ada 1 Allah dan tidak percaya Allah Tritunggal. Selain Saksi Yehova, ada juga pengajaran tentang baptisan dan perjamuan kudus dengan maksud hanya supaya sembuh dari sakit, diberkati, dll, sehingga praktik-praktik di atas tidak ubahnya seperti praktik perdukunan. Bahkan orang yang bukan Kristen pun dapat mengikuti kedua sakramen tersebut. Ini jelas salah, karena makna baptisan air adalah tanda pertobatan dan iman kepada Kristus. Sedangkan makna sesungguhnya Perjamuan Kudus ialah untuk memperingatu pengorbanan Kristus.
Di GBI Pasko 39, kita ada Theologi Mesias dan Caresel. Bergabunglah agar Anda mendapatkan pengajaran yang sehat dan Alkitabiah.
Doa: “Roh Kudus, terangi mata hati kami saat kami belajar firman-Mu, agar kami tidak sesat dalam menafsirkan firman Tuhan. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
