ALLAH HADIR DI TEMPAT PERJUDIAN?
Mazmur 139:1-24
Mazmur 139:7. “Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?”
Seorang teman bertanya, jika salah satu sifat Allah adalah maha hadir, apakah Allah juga hadir di tempat perjudian? Kalau kita membaca Mazmur 139:7-8 jelas dikatakan, bahwa kita tidak dapat menghindar dari Allah. Di manapun di muka bumi ini, bahkan di seluruh alam semesta, Dia ada. Jadi dengan demikian, Allah ada di setiap tempat, termasuk tempat di mana manusia melakukan kejahatan. Yang menjadi persoalan adalah manusia tidak menyadari kehadiran-Nya. Mereka yang melakukan dosa dan pelanggaran itu mungkin berpikir, bahwa ketika mereka melakukan pelanggaran, Tuhan tidak hadir.
Di tempat-tempat dimana dosa dilakukan, tentu menghalangi manusia merasakan hadirat Allah, meskipun sebetulnya Allah hadir di sana. Dosa menghalangi manifestasi kehadiran Allah yang kudus.
Pada skema kemah suci Israel, di mana ada bagian pintu gerbang, halaman, ruang suci dan ruang maha suci; maka kekuatan hadirat Allah dimanifestasikan dengan level yang berbeda. Ruang Mahasuci adalah tempat di mana hadirat Allah sangat kuat dinyatakan. Untuk itu Imam hanya boleh masuk ke sana satu tahun sekali dan harus menjaga hidupnya kudus, sebab bila tidak, ia bisa mati di sana.
Jika kita memahami, bahwa Allah Mahahadir, maka hal yang kita lakukan adalah untuk membangun persekutuan dengan-Nya. Disamping itu juga kita menjadi takut untuk berbuat dosa karena tidak ada tempat yang membuat kita dapat bersembunyi dari hadirat-Nya. Akui dosa, meminta ampun agar hadirat-Nya dimanifestasikan secara penuh dalam hidup kita. (NK).
Doa: “Biarlah takut akan Tuhan selalu ada dalam hidup kami, karena kami tahu Engkau Mahahadir. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung