Amsal 18:14. “Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa memulihkan semangat yang patah.”
Menjadi seorang ibu muda, lebih tepatnya seorang yang pertama kali dikaruniai seorang bayi laki-laki lucu (maaf yah, semua ibu pasti menganggap dan mengatakan bahwa bayinya adalah bayi yang paling lucu), adalah hal luar biasa. Bagaimana tidak, saya yang setelah berpuluh-puluh tahun lamanya menjadi single, yang terbiasa pergi ke bioskop kapan saja atau kumpul bersama teman- teman sampai larut malam atau bisa langsung tidur nyenyak tanpa gangguan setelah kesibukan sepanjang hari, dan sekarang? Tidur itu hal yang mewah, berpergian hanya membawa dompet, lipstik dan handphone itu tinggal kenangan, dan banyak hal lainnya yang 180 derajat berubah.
Istilah baby blues pun melanda (perasaan sedih atau bad mood pada seorang ibu baru). Waduh, kalau bisa saja ulang lagi waktu, saya mau menunda untuk memiliki anak atau saya titipkan si lucu ini pada oma, tante, baby sitter atau tetangga. Wah ibu macam apa saya ini? Ibu “galau”?
Setelah beberapa hari dilanda perasaan bersalah dan sedih, saya memutuskan untuk keluar dari lingkaran “galau” ini. Masa bayi lucu seperti ini dikasih muka cemberut dan suasana hati gelisah?
Membaca tulisan “Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya” membuat saya tersentak dan sadar. “Semangat Bu!” Demikian saya menyemangati diri sendiri. Sebagai ibu, semestinya saya memberi dukungan dan semangat kepada si lucu ini untuk belajar banyak hal, bertumbuh dan mengenal Tuhannya dengan benar.
Tidak ada lagi istilah baby blues atau ibu galau. Orang yang takut dan khawatir adalah orang yang mempunyai iman negatif. Tapi orang yang positif dan bisa melihat keberhasilan, sukacita dan berkat dalam hidupnya sehari-hari adalah orang yang beriman dan percaya penuh pada Tuhan. (NK).
Doa: “Banyak hal yang terjadi di dalam kehidupan ini yang membuat kami kerap gelisah, ‘galau’, sedih dan khawatir. Tetapi, kami mau tanggalkan semua perasaan negatif ini, dan mengarahkan pandangan kami kepada karya-Mu yang luar biasa, ya Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
