Amsal 2:1-10
Amsal 2:6. “Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.”
Siang itu seperti biasanya kami berisitirahat di kantin di kantor tempat kami bekerja untuk makan siang. Setelah berbincang mengenai berbagai hal, seorang teman bercerita mengenai anaknya bungsunya yang masih kecil yang bermasalah dan sedang menjalani terapi di psikiater, namun belum menunjukan kemajuan yang berarti padahal biaya yang dikeluarkan tidakklah sedikit. Mendengar cerita tersebut saya pun bersimpati dan berdoa dalam hati.
Tanpa disangka-sangka saat itu juga Tuhan mengingatkan saya, bahwa masalah anak tersebut ada hubungannya dengan rasa tertolak. Saya pun bertanya lebih jauh apakah ada masalah ketika mengandung anak tersebut? Ternyata benar, anaknya tersebut hadir di saat yang tidak disangka dan tidak direncanakan. Terlontar perkataan “Masa mau diaborsi?” walaupun mereka tidak sungguh-sungguh bermaksud demikian. Saya pun menyarankan agar ibu ini berekonsiliasi dengan cara meminta maaf kepada anaknya tersebut. Tidak lama kemudian ibu tersebut bersaksi, bahwa ia sudah meminta maaf dan secara ajaib anak itu menunjukan perkembangan yang luar biasa walaupun mereka sudah tidak melanjutkan terapi.
Setiap hari kita dihadapkan dengan berbagai masalah dan tantangan kehidupan. Kadang-kadang kita merasa tidak ada jalan keluar. Namun saya senantiasa mengingatkan diri, bahwa di balik semua masalah yang terjadi, ada Tuhan yang mengasihi kita dan sanggup untuk menolong dan memberi jalan keluar bagi setiap orang yang percaya dan berharap kepada-Nya.
Pengalaman di atas adalah salah satu bukti, bahwa ketika Tuhan dilibatkan dalam segala aspek kehidupan kita. Maka Ia pun bertindak. Ia sanggup menolong kita dengan berbagai cara. Ia dapat memberikan kita hikmat, ia dapat menyediakan jalan. Ia juga dapat menggerakkan orang yang kemudian dapat menolong kita, atau bahkan Ia seringkali mengerjakan mukjizat bagi orang-orang yang dikasihi-Nya. Mendekatlah dan berserulah kepada-Nya, maka Ia pun akan datang dan menolong kita. (NK).
Doa: “Tuhan Yesus, mampukan kami untuk terus berjalan bersama-Mu dan tinggal dalam hadirat-Mu, maka kami pun akan senantiasa hidup berkemenangan dan memuliakan-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
