
JUJUR
I Tesalonika 2:1-12
Efesus 4:25. “Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.”
Dalam menghadapi kehidupan, kita membutuhkan orang yang mau mengatakan hal yang sebenarnya kepada kita di dalam kasih. Ada beberapa hal dalam hidup ini yang tidak akan pernah bisa kita ubah tanpa bantuan orang lain.
Kita mungkin sangat malu dengan masalah tidak mau membicarakannya dengan siapa pun. Seandainya kita bisa mengubah hidup kita sendiri, kita pasti sudah melakukannya dari dulu, bukan? Tapi pada kenyataannya kita tidak bisa! Berhentilah berbohong pada diri kita sendiri. Kita butuh orang lain untuk membantu kita. Kita perlu membuka diri terhadap seseorang.
Sebagai orang percaya, maka kita adalah anggota Tubuh Kristus. Kita adalah milik orang percaya lainnya. Kita tidak diciptakan untuk menjalani kehidupan Kristen sendirian. Kita tak akan bisa melakukannya. Jika kita serius ingin mengubah kekurangan yang paling buruk dan yang paling gelap dalam hidup kita, maka kita harus mengatasi rasa takut untuk menjadi jujur. Kita membuang banyak energi untuk menutupi dosa, luka, kepahitan, dan cacat cela kita. Bila kita menghabiskan waktu untuk jujur dengan apa yang tidak benar dalam hidup kita, sama banyaknya dengan waktu yang kita habiskan untuk menutupinya, maka kita punya lebih banyak energi untuk bisa jujur dengan apa yang benar dalam hidup kita.
Hambatan terbesar kita untuk mencapai kekudusan adalah kita ingin terlihat baik-baik saja. Apabila kita bisa mengalahkan keinginan itu, maka kita bebas dari suatu penghalang besar yang ada di antara kita dan di mana Tuhan menginginkan kita berada.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus. Ajar aku jujur terhadap seorang percaya untuk membantu aku bertumbuh di dalam Engkau. Amin.”
Bacaan Setahun: Markus 10:1-16; Kisah Para Rasul 21:27-40; Mazmur 102-103; Bilangan 5.
GBI Pasir Koja 39 Bandung