
HATI YANG MELEKAT
Mazmur 91
Mazmur 91:14. Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
Apa yang menjadi ketakutan atau kekuatiran kita dalam hari-hari ini? Mungkin begitu banyak sampai menyebutkannya saja kita menjadi takut. Hal yang paling umum saat pandemi ini, kita takut terpapar virus Covid-19. Meski program vaksin telah berjalan, tetapi tidak dapat dipungkiri masih banyak orang takut akan hal ini. Hal yang positif dari rasa takut akan hal ini adalah kita menjaga hidup, supaya ketakutan dapat teratasi dan bagaimana kita menaklukan rasa takut itu.
Agar kita mendapatkan dorongan kekuatan dari firman-Nya, mari sekali lagi kita baca dengan seksama firman-Nya dalam Mazmur 91:14, “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
Bila kita membacanya perlahan-lahan, maka kita akan langsung mengerti, bahwa kunci pesan Tuhan hari ini adalah hati kita. Jika kita melekatkan hati kepada Tuhan, ada jaminan yang diberikan kepada kita, bahwa Dia sanggup meluputkan dan membentengi setiap kita. Bahkan dari rasa takut yang kita alami, seperti Covid-19 sekalipun. Pertanyaannya, sudahkah kita mengenal Allah sebagai pribadi yang sanggup melindungi dalam hidup ini? Allah yang layak dipercaya. Hati kita melekat kepada Allah karena kita mengenal nama-Nya.
Hanya dengan melekat kepada-Nya, maka mata hati kita akan terbuka untuk melihat keperkasaan Tuhan. Iman percaya kita akan semakin dalam dan kokoh kepada-Nya. Dengan demikian kita akan senantiasa dikuatkan dalam menghadapi apa pun dalam hidup ini. Kita akan mengerti, bahwa Dia sajalah yang menjadi sandaran dan benteng hidup kita. Melekat kepada-Nya membukakan mata hati dan pendengaran kita, bahwa Ia selalu ada untuk menjaga dan melindungi kita. Tidak ada yang perlu kita takut karena Allah bisa dipercaya sebagai perlindungan yang aman.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, berkati aku untuk mengenal nama-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Yohanes 6:32-43; II Korintus 8:10-15; Yesaya 33; II Samuel 10-11.
GBI Pasir Koja 39 Bandung