
KEKUDUSAN
Amsal 11:19-21
Matius 5:8. “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.”
Ketika Anda berusaha membangun kehidupan berdasarkan nilai-nilai yang kekal, maka penting bagi Anda untuk membangun dan mempertahankan integritas atau kekudusan. Orang percaya yang memiliki hati yang bersih bisa merasakan kuasa Tuhan. Mereka sangat tahu tujuan Tuhan dalam hidup mereka. Mereka bisa hidup dalam damai sejahtera Tuhan. Mereka mengalami pengampunan Tuhan.
Apakah Anda ingin menjadi salah satu dari orang-orang tersebut? Memiliki integritas bukan berarti Anda sempurna, sebab jika demikian, maka tak ada seorang pun dari kita yang memilikinya!
Integritas berarti Anda orang yang sama ketika berinteraksi dengan semua orang di dalam kata, perbuatan, dan niat Anda, tak peduli bagian mana dari kehidupan Anda yang tengah Anda hadapi. Dalam budaya Yunani kuno, para aktor dicap sebagai orang yang munafik karena mereka berpura-pura menjadi orang lain. Dari situlah kita mendapatkan kata munafik. Ketika Anda memakai topeng, sehingga bertingkah laku berbeda-beda tergantung siapa orangnya, itu memperlihatkan kurangnya integritas. Tuhan ingin Anda menjadi persis sama seperti apa yang telah Dia rancangkan atas Anda, tak peduli siapa pun yang sedang melihat gerak-gerik Anda.
Integritas adalah motivasi yang tidak dikorupsi. Itu artinya Anda melakukan hal yang benar, dan Anda melakukannya untuk alasan yang benar. Anda punya motivasi yang tidak bercampur dengan motif-motif lain. Anda menjadi tulus dan lugas di setiap bidang kehidupan Anda dan dengan semua orang. Anda berdoa untuk berkomunikasi dengan Tuhan, bukannya untuk ajang pamer dengan orang lain.
Kita senang dengan yang namanya pencitraan, tetapi Tuhan lebih tertarik kepada integritas Anda. Kita tertarik dengan reputasi, tetapi Tuhan tertarik pada karakter Anda.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, ampuni kemunafikanku. Ajar aku hidup dalam ketulusan. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung