Renungan Harian (23 Juli 2017)

PAHIT HATI = BODOH

Ayub 5:2

Ayub 5:2a. “Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati,…”

Karena alasan ekonomi, seorang anak diserahkan kepada keluarga yang lain untuk diadopsi dan dibesarkan. Ia dibesarkan dengan penuh kasih sayang dari orang tua angkatnya dan hidup berkecukupan, namun tetap ia bertumbuh dengan menyimpan perasaan, bahwa ia telah dibuang oleh orang tua kandungnya. Bahkan ketika orangtua kandung dan orangtua angkatnya telah meninggal, ia tetap hidup dengan penuh kepahitan. Ia tidak mau melihat sisi yang lain, bahwa sebetulnya ia dibesarkan dengan situasi yang jauh lebih baik dibanding dengan saudara-saudaranya. Ia menjadi seorang suami yang penuh kegetiran terhadap istrinya dan menjadi seorang ayah yang tidak berfungsi bagi anak-anaknya. Hatinya yang pahit membutakannya dari kemurahan Tuhan dan merusak seluruh kehidupannya.

Ketika Naomi pulang ke negerinya sebagai seorang janda yang kehilangan suami dan kedua putranya, ia menyebut dirinya Mara (pahit – Rut 1:21). Tetapi, Naomi tidak terus menerus terpuruk dalam kekecewaannya kepada Tuhan. Ia tetap mempercayai kasih setia Tuhan bagi keluarganya. Kita mengetahui akhir ceritanya, bahwa justru melalui penderitaan Naomi-lah, terlahir keturunan Daud bagi penyelamatan umat manusia.

Saat menghadapi penderitaan atau masalah, kita cenderung memposisikan diri sendiri sebagai korban, menyalahkan Tuhan, serta menjadi marah dan kecewa kepada orang lain. Kadangkala memang masalah terjadi bukan akibat kesalahan kita, sehingga mudah sekali membenci orang yang kita anggap telah membuat kita menderita.

Lepaskanlah pengampunan, bebaskan diri Anda. Dalam hidup ini, kita memang tidak akan mendapatkan hal-hal yang baik, karena sorga itu di sana, bukan di sini. Ujung kisah kita bukan sekarang, tetapi nanti. Jangan bodoh dengan menyimpan kepahitan dalam hati kita. (NK).

Doa: “Kami tidak mau menjadi bodoh dengan menyimpan kepahitan. Karenanya, kami melepaskan pengampunan bagi mereka yang telah menyakiti hati kami. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …