RUSA VS SIMEON
Lukas 2:25-35
Lukas 22:30. “Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu.”
Sebuah artikel dari jawaban.com menuliskan tentang kehausan seekor rusa akan air. Rusa akan berusaha hidup di daerah yang tidak jauh dari sungai, karena ia akan selalu datang untuk minum air dari sungai tersebut. Dalam geografi Perjanjian Lama memang ada sungai yang tidak berair. Rusa-rusa Palestina kadang kala menemukan batang sungai yang kering pada musim kemarau. Jika hal ini terjadi, rusa-rusa biasanya menyusuri dan mendaki aliran sungai sampai menemukan mata air yang masih memiliki aliran air yang tipis untuk memuaskan dahaga mereka. Namun, tidak jarang ditemukan rusa yang tergeletak mati di tengah batang sungai karena benar-benar tidak menemukan air.
Demikianlah bani Korah dalam kitab Mazmur menggambarkan kerinduannya akan Tuhan. Kerinduan yang dimilikinya adalah kerinduan jiwa yang haus kepada Allah yang hidup. Kehausan yang tidak dapat digantikan dengan apa pun kecuali bertemu dengan Allah secara langsung.
Menjelang memperingati Natal, kita diingatkan dengan kisah seorang yang bernama Simeon, seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Setelah ia melihat Yesus, maka ia meminta agar Allah mengijinkan dia meninggal dalam damai sejahtera, karena ia telah melihat keselamatan yang daripada Allah. Simeon melihat penggenapan janji bukti kasih Allah akan segala bangsa. (Lukas 2:25-35)
Blaise Pascal mengatakan, bahwa dalam hati manusia ada ruang kosong yang akan selalu terasa kosong sampai ruang itu terisi dengan kehadiran Tuhan. Selama ruang itu masih kosong, manusia akan selalu berusaha mengisinya dengan berbagai hal; seperti kekayaan, kenikmatan, dan ketenaran. Jiwa yang kosong akan terus mencari dan mencari, sampai akhirnya kekosongan itu dipuaskan oleh Tuhan. Seberapa rindukah Anda akan kehadiran Tuhan dalam hidup Anda? (NK).
Doa: “Kehadiran-Mu dalam hidup kami memuaskan dahaga hati kami. Terima kasih, ya Allah.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung