MERDEKA BERARTI MELAYANI DALAM KASIH
Galatia 5:1-15
Galatia 5:13. “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan di dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”
Bangsa Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Bangsa Indonesia menyadari sejak awal keberadaannya bahwa kemerdekaannya dimungkinkan oleh campur tangan Allah yang Maha Kuasa. Alinea ketiga dari Pembukaan UUD’45 menyatakan bahwa “Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa… maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.” Kemerdekaan bangsa Indonesia itu menyangkut dua segi: kemerdekaan sebagai berkat rahmat atau anugerah Allah, dan kemerdekaan sebagai tanggung jawab dalam perilaku berbangsa dan bernegara.
Rasul Paulus berkata: ”Memang kamu telah dipanggil untuk merdeka.” Sebagai orang Kristen, kita adalah orang yang dimerdekakan dari dosa, sekaligus juga dimerdekakan dari kewajiban melakukan hukum Taurat, terutama sunat. Seorang Kristen boleh saja melakukan sunat untuk pertimbangan kesehatan atau pertimbangan lainnya. Tetapi seorang Kristen tidak diharuskan melakukan sunat sebagai suatu kewajiban keagamaan. Apakah dengan demikian orang Kristen tidak memiliki kewajiban apa pun? Tentu saja ada! Di dalam Kristus, kita mempunyai tanggung jawab atau kewajiban mengekspresikan “hukum Taurat baru” yaitu melayani seorang akan yang lain yang didasari oleh kasih.
Ciri khas orang Kristen adalah mengasihi! Mengasihi berarti mencintai siapa pun, apa pun gerejanya, suku bangsanya, agamanya maupun status sosialnya. Kasih menjadi perintah baru! Mengakui Kristus tidak boleh hanya di bibir saja. Mengakui Kristus dan menikmati kemerdekaan yang dianugerahkan-Nya berarti siap menjalankan tanggung jawab mengasihi dan mencintai setiap orang. Marilah kita sebagai gerej, menjalankan tugas untuk mewujudkan kasih kepada siapa saja, dapat bekerja sama dengan siapa pun yang berkehendak baik untuk membangun bangsa ini, menjadi bangsa yang menjalankan keadilan, kesetaraan dan perdamaian yang dapat dinikmati semua orang.
Doa: “Bapa, mampukan aku untuk melakukan perbuatan-perbuatan kasih setiap hari, untuk mencerminkan bahwa hidupku telah dimerdekakan oleh Kristus. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung