
DIBENCI
Lukas 19:1-10
Lukas 19:8. “Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”
Siapapun pasti tidak menyukai pekerjaan sebagai tukang pajak dan rentenir. Kedua jenis pekerjaan ini dianggap penuh dengan trik jahat. Tidak pernah orang lain merasa diuntungkan oleh tukang pajak dan rentenir. Oleh sebab itu, banyak orang selalu menghindar dari tukang pajak. Padahal membayar pajak merupakan suatu kewajiban semua warga negara.
Demikian pula yang terjadi pada zaman Tuhan Yesus di dunia. Zakheus seorang tukang pajak, hidupnya selalu dibenci masyarakat dan tokoh agama karena dianggap antek dari pemerintah Romawi. Bagaimanapun juga Zakheus merasakan ketidaknyamanan hidupnya meskipun hartanya berkelimpahan. Masyarakat dan tokoh agama yang membenci hidupnya menjadi beban mental tersendiri.
Namun, perjumpaannya dengan Tuhan Yesus telah mengubah masa depan dan perjalanan hidupnya. Zakheus tidak menyangka bahwa Tuhan Yesus mengasihi dirinya. Hal ini menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat dan tokoh agama Yahudi, mengapa Tuhan Yesus begitu peduli terhadap kehidupan Zakheus. Kepada Zakheus, Tuhan Yesus memberikan kehidupan yang lebih berarti dari pada kehidupan yang selama ini dia jalani di dunia ini.
Bila hidup Anda saat ini dibenci orang, jangan putus asa atau kehilangan harapan karena masih ada Tuhan Yesus yang mengasihi Anda. Dialah yang akan mengubah masa depan Anda. Dibenci tidak berarti hilang harapan untuk hidup yang normal. Kebencian bisa jadi pelajaran berharga untuk mengubah pola hidup kita. Ingat, masih ada Tuhan Yesus yang mengasihi dan mengubah kehidupan kita. Kehidupan kekal jauh lebih berharga daripada harta dunia dan pekerjaan kita. Oleh sebab itu, bertobatlah dan biarkan Tuhan Yesus mengubah hidup Anda.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku mau bertobat dari segala kejahatanku. Amin.”
Bacaan Setahun: Yohanes 19:31-37, Kolose 2:20-3:4, Yeremia 25:15-38, 2 Tawarikh 8-9
GBI Pasir Koja 39 Bandung