TUHAN YESUS PAMER ?
Matius 14 :22-33
Markus 1:44. “Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.”
Seorang teman dari agama berbeda, memberi sebuah pernyataan tentang kisah Tuhan Yesus berjalan di atas air. Pernyataan yang dia lontarkan berasal dari sudut pandang agamanya. Dia menyatakan kalau Tuhan Yesus itu sok pamer, tidak seperti panutannya yang rajin meditasi sehingga memiliki kehebatan, tapi kehebatannya tidak pernah dipamerkan.
Dalam Matius 14:22-33, Tuhan Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk menyeberang lebih dahulu karena Tuhan Yesus masih melayani orang banyak. Kemudian Tuhan Yesus menyusul murid-murid berjalan di atas air. Karena Alkitab tidak mencatat ada perahu lain, mungkin tidak ada perahu yang bisa digunakan Tuhan Yesus. Penjelasan ini membuat teman saya bisa menerima, bahwa Tuhan Yesus bukan pamer kehebatan. Bahkan kitab Markus mencatat, bahwa Tuhan Yesus melarang orang yang disembuhkan-Nya untuk memberitahukan mujizat kesembuhannya.
Secara pribadi beberapa tahun lalu, saya mengikuti sebuah kebaktian. Tiba-tiba lambung saya terasa sakit. Pada saat itu, saya berpikir sakit maag saya kambuh. Gawat, saya bisa muntah-muntah. Saat itu saya jamah perut saya dan berdoa, “Dalam nama Tuhan Yesus, sakit lambung sembuh!” Saya mengucapkan doa itu dalam hati, tidak ada seorang pun yang tahu. Tiba-tiba lambung saya terasa hangat dan saya sembuh. Sampai sekarang setelah bertahun-tahun sakit lambung saya tidak pernah kambuh. Tuhan Yesus menyembuhkan saya secara diam-diam dan tidak ada seorangpun yang tahu.
Dalam Matius 14:33 dituliskan reaksi orang-orang yang menyaksikan Tuhan Yesus berjalan di atas air: Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.” Tuhan Yesus layak disembah, karena Dia adalah Allah sendiri, Pencipta alam semesta. Ia tidak perlu pamer, bahkan jika manusia tidak mengakui Tuhan Yesus pun, Dia tetap Allah.
Doa: “Sungguh Engkaulah Allah yang layak disembah dan dimuliakan. Terpujilah nama-Mu, Tuhan Yesusku. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung