
INTEGRITAS ANAK TUHAN
Yeremia 7:1-11.
Yeremia 7:3. “Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini.”
Banyak umat Allah sekarang yang mengira mereka hanya perlu beriman, bahwa mereka akan selamat, tanpa harus hidup dalam kekudusan dan ketaatan terhadap firman Allah. Orang Kristen harus memaparkan kebenaran. Namun, pemaparan kebenaran tanpa kekudusan adalah penghujatan dan pelecehan kepada Allah yang Maha Kudus, demikian yang terjadi ketika Yeremia menyampaikan ayat di atas, karena bangsa Israel pada saat itu hidup bagai 2 sisi mata uang yang tak terpisahkan. Sisi pertama adalah hidup beribadah kepada Allah dengan datang ke bait-Nya. Sisi kedua adalah hidup melakukan ketidakadilan, penindasan, penyalahgunaan kekuasaan, perzinahan, dan penyembahan berhala
Allah menentang itu semua. Allah menuntut kekudusan hidup bukan sekadar hidup beragama. Kekristenan tanpa kekudusan adalah sia-sia. Kekristenan yang demikian hanya akan mendatangkan penghukuman Allah. Oleh sebab itu nabi Yeremia menyerukan, mereka harus bertobat dari pola kehidupan yang kacau dan amburadul. Iman yang demikian adalah iman yang sedang menipu diri, yang akan membawa diri pada penghakiman Allah.
Iman yang sejati adalah iman yang percaya dan taat kepada keseluruhan firman Allah, termasuk firman yang berisi tentang peringatan akan hukuman Allah.
Doa: “Tuhan Yesus ampunilah kami, ajarilah kami selalu hidup di dalam kekudusan-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Markus 9:30-50; Kisah Para Rasul 21:15-26; Mazmur 99-101; Bilangan 4.
GBI Pasir Koja 39 Bandung