
HORMATI ORANGTUA
Efesus 6:2-3; Keluaran 20:12
Ulangan 5:16. Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
Samiton Pangelah dalam bukunya, ‘History Driver’ menulis bahwa menghormati orangtua adalah sebuah hukum! Bukan hanya sebuah aturan protokoler atau tata krama yang manis dilihat oleh masyarakat. Bukan sekadar rule of conduct yang dari sononya, sehingga kemudian jadi budaya kebiasaan dalam kehidupan manusia dalam peradabannya.
Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kata hukum artinya: 1. peraturan atau adat yang secara resmi dianggap mengikat, yang dikukuhkan oleh penguasa atau pemerintah; 2. Undang-undang, peraturan, dan sebagainya untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat.
Perintah Allah kepada Musa: Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu (Kel. 20:12). Diulangi kembali oleh Paulus: Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi (Ef. 6:2-3).
Orang tua di sini bukan hanya ayah dan ibu yang melahirkan kita tetapi juga orang yang lebih tua dari kita. Menghormati artinya menghargai, menjunjung tinggi, menaati atau menaruh hormat.
Jadi jelas bahwa perintah ini harus dilaksanakan. Salah satu alasannya adalah karena orangtua adalah wakil Allah di bumi ini. Berkat dari menghormati orangtua yaitu: umur panjang, bahagia, menjadi teladan bagi generasi berikutnya.
Samiton Pangelah menuliskan, hukum itu tetap berlaku! Tanpa memandang bulu! Bila dilanggar akan ada akibatnya. Bila ditaati akan ada manfaatnya.
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau menjadi anak-anak-Mu yang melakukan perintah-Mu untuk menghormati para orang tua kami. Amin.”
Bacaan Setahun: Lukas 22:14-38; I Korintus 11:17-34; Kidung Agung 7:6-8:4; Hakim-Hakim 13-14.
GBI Pasir Koja 39 Bandung