1 Yohanes 3:18-24
1 Yohanes 3:18. “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.”
Orang tua yang normal pasti mengasihi anaknya. Sayangnya, orang tua yang pada masa lalunya menjalani kehidupan yang susah serba kekurangan, cenderung secara tidak bijaksana membuai anak-anak mereka dengan kehidupan yang serba mudah. Hal ini menyebabkan generasi yang tidak tahan banting ketika menghadapi kesulitan, generasi yang terbiasa hidup dengan berbagai fasilitas dan tidak disiplin. Anak-anak telah dikasihi dengan cara yang salah dan ujungnya mendatangkan kehancuran.
Allah mengasihi manusia. Allah adalah Kasih itu sendiri. Tetapi Ia juga adalah Kebenaran. Oleh karena itu, Ia hanya dapat mengasihi manusia dengan cara yang benar. Ketika manusia berdosa, tetap ada hukuman yang harus dijalankan. Kebenaran dan keadilan tetap harus ditegakkan. Jadilah, Anak-Nya yang tunggal menjadi korban penebusan. Kasih dan kebenaran berjalan beriringan.
Mengapa kasih harus dibangun di atas kebenaran? Supaya orang tidak salah mengerti tentang kasih dan menyalahgunakan kasih; supaya kasih tidak kehilangan kredibilitasnya. Orang yang mencuri, berdusta, berzinah, yang memfitnah kita, dst, harus diampuni dan diperlakukan dengan kasih, tetapi apabila dosa itu terus dilakukan berulang-ulang maka tindakan disiplin harus diberlakukan.
Kita tidak bisa terus menuntut kasih Allah jikalau kita tidak melakukan kebenaran. Kita dapat mengerti tentang kebenaran dan menyadari, bahwa semua dosa kita telah diampuni, hanya karena kasih Allah yang dilimpahkan pada kita. Selanjutnya, kebenaran yang ada di dalam diri kita akan membangkitkan kasih kita kepada Allah dan sesama.
Jika kita belum memiliki kerinduan untuk bertumbuh dalam hal mengasihi Tuhan dan sesama, barangkali kita belum sungguh-sungguh menerima kasih karunia Allah itu dan kita perlu minta pertolongan Roh Kudus untuk mengajar kita tentang kebenaran itu. (NK).
Doa: “Tuhan Yesus, terima kasih untuk firman-Mu hari ini, yang mengingatkan kami untuk mengasihi dengan perbuatan dan di dalam kebenaran. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
