Renungan Harian, 22 Desember 2018

SETIA

Lukas 1:5-25

2 Petrus 3:14. “Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.”

Mari kita melihat sejarah Natal dari sepasang suami istri yang menjadi bagian dari cerita Natal. Zakaria dan Elisabet, sepasang suami istri tua yang memahami sukacita karena kehidupan yang didedikasikan bagi Tuhan. Kitab Lukas menerangkan kehidupan sepasang suami istri ini, “Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.”

Dalam perjalanan kehidupan mereka merindukan seorang anak, tentu ada rasa duka ketika anak yang begitu dinantikan tidak kunjung Tuhan berikan (Lukas 1:25). Hanya, penantian yang begitu panjang tidak membuat mereka menjauhkan diri dari Tuhan. Sebaliknya, mereka terus berjalan dengan tidak bercacat di segala aspek kehidupan dan hubungan pribadi mereka dengan Allah. Sampai pada akhirnya janji Tuhan digenapi, Tuhan memberikan mereka seorang anak yang menjadi nabi untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan (Lukas 1:76).

Begitu juga dengan setiap kita, Tuhan telah menetapkan kita, secara khusus, ada panggilan dan janji yang Tuhan berikan kepada kita. Namun, ada proses yang harus kita jalani dalam memenuhi panggilan dan menerima janji yang telah Tuhan tetapkan secara khusus bagi kita. Seringkali orang-orang tidak berhasil menjalani proses karena larut dalam kekecewaan mereka karena janji Tuhan yang tak kunjung datang. Bagaimana kita meresponi panggilan dan janji Tuhan? Akankah kita tetap setia?

Nama Elisabet memiliki arti “Tuhan adalah janjiku”. Elisabet tetap percaya akan janji-janji Tuhan dalam proses perjalanan yang lama, sedangkan banyak orang sudah menyerah. Mari temukan panggilan dan janji Tuhan dalam kehidupan kita dan tetaplah hidup kudus dan setia kepada Tuhan Yesus Kristus, selama proses perjalanan yang Tuhan tetapkan.

Doa: “Kami mau tetap setia dalam panggilan-Mu sampai akhir hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …