KELUH KESAH
Lukas 22:24-27
Lukas 22:27b. “Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.”
“Duh, saya kan bukan pembantu dan supirnya,” keluh seseorang yang merasa diperlakukan seperti pelayan oleh mertuanya yang rewel. “Apa-apa nyuruhnya saya, padahal ‘kan masih ada anak-anaknya yang lain. Kenapa harus saya? Suami saya juga diam saja melihat ibunya seperti itu. Kalau ‘gak ingat anak-anak, rasanya saya ingin pisah saja.”
Mungkin keluhan kita berbeda dengan keluhan di atas. Mungkin kita mengeluhkan perlakuan atasan kita di kantor, pemimpin kita di gereja, perlakuan anak-anak dan menantu kita, perlakuan tetangga kita, atau perlakuan orang tua kita. Tetapi intinya sama, kita merasa tidak rela diperlakukan seperti seorang pelayan. Ya, hati hamba mudah untuk dikhotbahkan dan dinyanyikan, tetapi kenyataannya sulit untuk dilakukan. Mari kita belajar dari Sang Juruselamat kita tentang arti sebuah pelayanan.
Tuhan Yesus tidak harus membasuh kaki murid-murid-Nya, tetapi Dia tetap melakukannya. Pekerjaan itu bisa saja dilakukan oleh orang lain, tetapi Ia memilih untuk melakukannya sendiri. Masing-masing kita mengemban peran yang berbeda-beda, baik sebagai orang tua, anak, teman, karyawan, pemimpin, pengusaha, pelayan atau pelajar. Seperti Kristus, hendaknya kita melaksanakan peran tersebut dengan sikap yang rela melayani. Tuhan Yesus saja rela menjadi pelayan kita, masakan kita tidak?
Mungkin apa yang Anda lakukan tidak mendapat penghargaan yang setimpal dari manusia, tetapi tetap lakukanlah, karena yang Anda lakukan bukan Anda lakukan untuk dan karena manusia, tetapi untuk dan karena Allah. Dengan demikian, Anda akan melakukannya dengan penuh sukacita dan rasa rela, sehingga sungut-sungut akan lenyap dan berkat Tuhan yang melimpah menjadi bagian Anda.
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau melakukan semua peran dan tanggung jawab kami dengan sepenuh hati dan sikap rela melayani, karena Engkau telah terlebih dahulu melayani kami. Terima kasih Tuhan.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung