
Renungan Harian 22 Agustus 2022
MOTIVASI YANG BENAR Renungan Harian 22 Agustus 2022
Kejadian 11:1-9
Kejadian 11:9. Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi. Renungan Harian 22 Agustus 2022
Kisah menara Babel memperingatkan kita agar tidak salah menggunakan keinginan dan kehendak kita. Manusia diperlengkapi Tuhan dengan keinginan dan kehendak. Hal ini melahirkan dorongan-dorongan tertentu dalam diri manusia untuk menghendaki dan melakukan sesuatu. Kreativitas juga tercipta melalui keinginan dan kehendak. Tanpa adanya keinginan atau kehendak, manusia tidak punya dorongan untuk melakukan kreasi dan inovasi. Sebagai anugerah dari Tuhan, tentu saja manusia harus mensyukuri hal ini.
Kita memiliki kehendak dan keinginan yang tiada batas. Namun tidak semua keinginan tersebut sesuai dengan kehendak Allah. Inilah yang harus kita waspadai. Karena keinginan tersebut bisa saja merupakan cobaan, yang manakala telah dibuahi, dapat melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. Tidak semestinya manusia menyalahgunakannya untuk hal-hal yang tidak mempermuliakan nama Tuhan, seperti yang ditunjukkan dalam bacaan di atas. Sebab apabila hal itu terjadi, maka Tuhan sendiri yang akan turun tangan meminta pertanggungjawaban kita.
Hendaknya setiap keinginan yang kita miliki selalu berupa hasrat untuk memuliakan nama Tuhan dalam kehidupan kita sekaligus menjadi berkat bagi orang-orang yang ada di sekitar kita.
Doa: “Jagai kami Tuhan, supaya kehendak bebas yang Engkau berikan hanya untuk kemuliaan-Mu saja. Amin.”
Bacaan Setahun: Mazmur 51-55; Roma 7
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
Kita memiliki kehendak dan keinginan yang tiada batas. Namun tidak semua keinginan tersebut sesuai dengan kehendak Allah. Inilah yang harus kita waspadai. Karena keinginan tersebut bisa saja merupakan cobaan, yang manakala telah dibuahi, dapat melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. Tidak semestinya manusia menyalahgunakannya untuk hal-hal yang tidak mempermuliakan nama Tuhan, seperti yang ditunjukkan dalam bacaan di atas. Sebab apabila hal itu terjadi, maka Tuhan sendiri yang akan turun tangan meminta pertanggungjawaban kita.
GBI Pasir Koja 39 Bandung