
JANGAN MENGERASKAN HATI
Mazmur 95:7-9
1 Korintus 10:9. Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.
Pengalaman berjalan dengan Tuhan dapat memperkaya iman kita dalam pengenalan akan Dia. Pertolongan dan mujizat-Nya di waktu yang lalu dapat kita alami dan rasakan, maka pada masa sekarang pun kita bisa mengalaminya kembali. Percaya dan alami, bahwa Dia adalah Allah yang tidak berubah dan tetap setia.
Bangsa Israel melihat perbuatan Tuhan selama empat puluh tahun di padang gurun. Allah yang memelihara umat-Nya. Bangsa Israel yang berjalan bersama Allah dan Allah memperingatkan bangsa Israel, supaya jangan keras kepala seperti ketika di Meriba dan di Masa. Nenek moyang bangsa Israel meragukan dan mencobai Allah, sekalipun mereka telah melihat mukjizat yang telah Allah perbuat. Lamanya waktu tidak menjamin kemulusan pengenalan bangsa Israel akan Tuhan. Bangsa Israel telah mengeraskan hati dan Tuhan membenci sikap kekerasan hati bangsa itu. Salah satu dosa bangsa Israel adalah mencobai Tuhan.
Apa yang dilakukan bangsa Israel tersebut menjadi pelajaran bagi kita sebagai Israel rohani. Sebuah peringatan agar kita tidak mencobai Tuhan seperti bangsa Israel. Peringatan ini jelas dalam 1 Korintus 10:9, “Janganlah kita mencobai Kristus, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.” Berapa banyak di antara kita yang seringkali mengeraskan hati kepada Tuhan? Mungkin dalam menghadapi masalah, dalam meresponi tuntunan atau panggilan Tuhan. Biarlah hari ini sungguh-sungguh kita membangun komitmen baru untuk rela digembalakan oleh-Nya. Dengan demikian, di hari-hari mendatang kita akan melihat kembali pertolongan dan penyediaan Tuhan di masa-masa sulit sekalipun. Di padang gurun Tuhan akan menjadi penolong. Janganlah mencobai Tuhan dengan mengeraskan hati.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, ajar aku menjadi umat-Mu yang taat dan tidak mencobai Engkau. Aku mau melembutkan hatiku. Amin.”
Bacaan Setahun: Yohanes 12:12-19; Efesus 2:11-22; Yesaya 66; II Raja-raja 8-9.
GBI Pasir Koja 39 Bandung