Mazmur 90:12
Mazmur 90:12. “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”
Apa yang kita dapatkan, jika kita menjaring angin? Kesia-siaan, bukan? Banyak orang di ambang kematiannya mengungkapkan penyesalan mereka tentang bagaimana mereka menghabiskan waktu hidup mereka. Menyesal karena masa muda yang hanya diisi dengan hal-hal yang sia-sia, menyesal karena telah meninggalkan keluarga demi kesenangan semu, dan lain sebagainya. Penyesalan di saat seseorang telah menghadapi kematian, tidaklah ada gunanya. Oleh sebab itu, marilah kita bijak dalam menjalani kehidupan ini.
Pengkhotbah 11:9 menyatakan, “Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!”
Apa yang dikatakan oleh pengkhotbah bukanlah untuk mengajarkan kepada kita tentang kehidupan yang boleh dijalani semau-maunya, tetapi jalanilah kehidupan dengan kesadaran, bahwa segala sesuatu harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Setiap manusia diberikan waktu 24 jam setiap harinya, sama dengan jumlah jam sehari yang dimiliki oleh Hellen Keller, Louis Pasteur, Mother Teresa, Thomas Jefferson dan Albert Einstein. Yang membedakannya ialah bagaimana cara kita menggunakan waktu tersebut.
Mintalah hikmat dari Tuhan agar kita dapat menggunakan hari-hari kita dengan bijaksana, sehingga karya-karya besar yang menjadi dampak bagi banyak orang dapat dilahirkan lewat kehidupan kita.
Doa: “Ajar kami menggunakan waktu dengan bijaksana dan untuk hal-hal yang bermanfaat. Ampuni kami yang kerap menghabiskan waktu untuk hal yang sia-sia. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
