MENGISI KEMERDEKAAN DENGAN PERBUATAN KASIH
Ulangan 15:12-18
Ulangan 15:13a. “Dan apabila engkau melepaskan dia sebagai orang merdeka, maka janganlah engkau melepaskan dia dengan tangan hampa,”
Teks Alkitab yang kita baca hari ini menjelaskan sebuah hukum yang berlaku mengenai pembebasan budak Ibrani. Dahulu, setiap umat Tuhan, dengan pertolongan Tuhan dapat keluar dari Mesir, dari perbudakan. Sehingga budak-budak yang bekerja, ditentukan untuk dimerdekakan juga pada tahun ketujuh setelah enam tahun pengabdian lamanya. Dan ketika mereka dimerdekakan, para budak tersebut wajib untuk dibekali dengan kambing domba, hasil dari tempat pengirikan, dan dari tempat pemerasan (Ulangan 15:12-18). Dengan membekali budak yang telah dimerdekakan itu, setiap orang Israel diingatkan, bahwa demikian jugalah Allah telah memerdekakan mereka dari perbudakan Mesir dan sekaligus memberi berkat yang berlimpah-limpah kepada mereka.
Di dalam kehidupan kita, seringkali kita lupa bahwa kita juga menerima banyak kebaikan dan kemurahanTuhan. Dengan pemahaman yang benar, maka apa pun yang kita perbuat atau kerjakan dan menghasilkan sesuatu, akan senantiasa digunakan juga untuk kemuliaan Tuhan.
Seorang pria sedang melihat tetangganya yang telah berusia 80 tahun tengah menanam sebuah pohon persik dan bertanya, “Anda tentu tidak berharap untuk dapat memakan buah dari pohon persik itu bukan?” Dan pria tua itu dengan bertumpu pada cangkulnya menjawab, “Tidak; dengan usia saya saat ini, saya tahu bahwa saya tidak akan dapat menikmati buah dari pohon yang kutanam ini. Tapi, saya telah menikmati buah persik seumur hidup saya dari pohon yang bukan kutanam sendiri. Saya tidak dapat memakan persik jika orang lain tidak menanamnya seperti yang saya lakukan sekarang ini. Saya hanya sekedar membayar kembali kepada orang yang menanam persik untuk saya.”
Pria tua tersebut adalah gambaran orang yang memiliki kemerdekaan di dalam hatinya. Orang merdeka adalah orang yang tahu benar bahwa dirinya sendiri telah hidup dalam anugerah Tuhan semata, sehingga apa pun yang ia lakukan, ia melakukannya bagi kemuliaan Tuhan, sebagai rasa syukur atas setiap nikmat yang telah diberikan kepadanya. Dengan cara itulah kita mengisi kemerdekaan hidup yang telah Tuhan berikan.
Doa: “Bapa yang Maha Baik, terima kasih kalau Engkau telah memerdekakan hidupku dari masa lalu yang gelap dan dari kuasa dosa. Kini berikanlah kekuatan kepadaku untuk mengisi hari-hari kehidupanku dengan perbuatan-perbuatan baik yang lahir dari kasih. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung