
HIDUP DALAM KEJUJURAN
Amsal 11:1-11
Amsal 11:1. Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat.
Di tengah kehidupan dunia yang keras ini, kita sebagai anak-anak Tuhan diuji untuk hidup jujur. Kita sering diperhadapkan dengan pilihan untuk berdusta atau berkata jujur. Apakah kita akan hidup dengan berpura-pura, hidup dengan topeng, atau hidup apa adanya. Ada orang-orang yang hidup seperti itu karena takut kalau dirinya tidak diterima orang lain, atau ingin menunjukkan bahwa dia berhasil kemudian menutupi dengan kalimat ‘berkat Tuhan’.
Alkitab mengatakan, bahwa kita adalah anak-anak terang, dan terang itu pasti berbuahkan kebenaran dan kejujuran. Mungkin pada waktu kita hidup dalam kejujuran, kita mengalami tekanan. Namun, justru dalam keadaan seperti ini sesungguhnya kita sedang menyenangkan hati Tuhan dan memuliakan Tuhan. Ketahuilah bahwa Allah tidak pernah tertidur, orang benar pasti dibela Tuhan.
Alkitab juga menuliskan sebagai anak-anak Tuhan, maka kita harus pikul salib dan menyangkal diri setiap hari. Sekalipun ajakan dunia itu menyenangkan buat tubuh dan pikiran, namun jangan menurunkan standard hidup kita demi keinginan duniawi.
Alkitab juga menuliskan bahwa Yesus adalah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan. Sementara Iblis adalah bapa pendusta dan tidak ada kebenaran di dalamnya. Jika kita ingin hidup di dalam kejujuran atau kebenaran, maka itu hanya kita temukan di dalam Yesus Kristus Tuhan.
Tuhan mengasihi semua orang, tanpa memandang siapa pun mereka. Akan tetapi mengenai perkenanan, maka Tuhan hanya memberikan kepada orang-orang tertentu. Di antaranya adalah mereka yang hidup dalam kejujuran. Tuhan tidak akan menahan-nahan kebajikan dan kemurahan untuk orang orang yang hidup dalam kejujuran. Di dalam perkenanan Tuhan, doa kita didengar, dan dijawab Tuhan. Tentunya, di sanalah kita melihat dan merasakan berkat Tuhan yang seutuhnya.
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau hidup dalam kejujuran. Kami mau hidup dalam perkenanan-mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Yohanes 19:28-30, Kolose 2:16-19, Yeremia 25:1-14, 2 Tawarikh 6:12-7:22.
Untuk membaca artikel atau renungan yang lain silakan klik disini
GBI Pasir Koja 39 Bandung