VISI DAN KESABARAN
Kejadian 37:1-11
Kejadian 37:9. “Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: “Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku.”
Pada hari itu kami mendapatkan tugas untuk mewawancarai seorang penyanyi lagu rohani. Dalam kesempatan yang sama, kami berhasil mewawancarai orang tua dari penyanyi tersebut. Dalam wawancara tersebut, mereka sangat menekankan pentingnya memiliki visi dalam setiap bidang kehidupan untuk mencapai keberhasilan, baik dalam keluarga, karir, pelayanan maupun kehidupan rohani setiap orang.
Perjalanan menuju kemenangan dan keberhasilan biasanya merupakan perjalanan yang panjang, sepi dan tidak mudah. Panjang karena keberhasilan sejati tidak terjadi secara kebetulan atau terjadi dalam semalam. Sepi dan tidak mudah karena jika banyak orang yang mau dan dapat menjalaninya, tentu ada lebih banyak orang yang berhasil daripada orang yang biasa-biasa atau orang gagal. Kita mungkin kagum dengan tokoh seperti Susi Susanti yang menorehkan banyak prestasi internasional. Namun, ada berapa banyak orang yang mau menghabiskan waktunya untuk menjalani latihan-latihan panjang dan berat, yang diperlukan untuk menjadi seorang juara di masa depan?
Ada kesamaan dalam kisah Yusuf dan tokoh-tokoh yang berhasil baik dalam alkitab maupun dalam kehidupan nyata yaitu, mereka memiliki visi sebelum mereka mencapai keberhasilan. Dan visi tersebutlah yang memberikan mereka kemampuan untuk dapat bersabar dalam segala situasi, bertekun dalam keadaan yang sulit, dan akhirnya bersukacita karena berhasil mewujudkan visi yang mereka simpan selama bertahun-tahun itu.
Apakah kita orang yang kurang sabar? Apakah kita mudah menyerah? Mungkin karena kita belum memiliki visi dalam menjalani kehidupan kita. Marilah kita meneladani para pahlawan iman yang melalui iman dan kesabaran memperoleh apa yang dijanjikan Allah. (NK).
Doa: “Roh Kudus, berikan kami kemampuan untuk menanti dengan sabar dan tekun dalam menjalani visi yang Engkau telah taruhkan di dalam hidup kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung