
AMAN DAN TENANG DALAM ALLAH
Mazmur 62:1-13
Mazmur 62:2. Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.
Dalam dunia yang mengalami gonjang ganjing saat ini, di mana kehidupan penuh dengan ketidakpastian membuat manusia galau, tergoncang, khawatir, takut dan cemas menghadapi kehidupan ini. Apa yang akan terjadi di masa depan semua tidak pasti. Ekonomi, kesehatan, politik, sosial budaya semua mengalami goncangan. Dunia saat ini mengalami ketidaktenangan, semua menyelamatkan diri masing-masing. Ke manakah kita dapat memperoleh ketenangan di tengah ketidakpastian ini? Jawabannya ada pada nats ayat kita hari ini Mazmur 62:2. Ya, hanya pada Allah saja kita memperoleh ketenangan.
Allah memegang kendali semua yang terjadi di dunia. Ketika kita dekat dengan sang Penguasa alam semesta, maka hati kita akan mengalami ketenangan. Allah adalah gunung batu, keselamatan, dan kota benteng kita. Ketika kita berlindung pada Allah, maka kita tak akan goyah. Dialah pengharapan kita, Dialah menara yang kuat dalam hidup kita. Ketenangan bersama Allah adalah ketenangan yang sempurna dalam hidup ini. Hiduplah selalu bergantung pada Allah sang pencipta, sang pemelihara, sang pengendali hidup kita.
Orang benar yang hidup oleh iman pada Tuhan, akan merasa lebih aman, karena Tuhan tidak akan membiarkan kita goyah. Tuhan akan membentengi kita, pemazmur menuliskan dalam Mazmur 91:14, “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.” Dia sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada satupun rencana-Nya yang gagal. Oleh karena itu, mendekatlah pada Tuhan, karena hanya dengan mengandalkan Tuhan saja dan menaruh harapan pada-Nya maka jiwa kita merasa aman dan tenang.
Doa: “Hidupku kuserahkan pada-Mu ya Allahku, gunung batuku, kubu pertahanan dan kota perlindunganku. Amin.”
Bacaan Setahun: 1 Yohanes 4:7-16; Ibrani 1:1-4; Yehezkiel 20; Amos 7
GBI Pasir Koja 39 Bandung