DIUJI DENGAN API
Mazmur 66:10-20
Mazmur 66:10. “Sebab Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak.”
“Tujuan akhir dari kehidupan bukanlah untuk melakukan, melainkan untuk menjadi,” demikian yang diungkapkan oleh F.B. Meyer. Dan demi tujuan ini kita sedang disiapkan setiap hari. Seperti perak dimurnikan dengan api, hati sering dimurnikan dalam tungku kesedihan. Dalam kesedihannya pemazmur berkata, “Kami telah menempuh api.” (Mzm. 66:12).
Proses pemurnian memang sangat menyakitkan, tetapi tidak akan menghancurkan. Sang Pemurni duduk di dekat tungku untuk menjaga nyala api. Dia tidak akan membiarkan kita dicobai melebihi kemampuan kita; hal itu terjadi demi kebaikan kita.
Barangkali kita tidak dapat mengerti mengapa harus menanggung kesengsaraan tahun demi tahun. Cobaan seakan-akan tidak akan pernah berakhir dan tidak ada tujuannya. Hari-hari yang kita jalani tampaknya berlalu dengan sia-sia. Kita merasa seakan-akan tidak melakukan sesuatu hal yang berarti.
Akan tetapi, Allah tidak pernah mengerjakan sesuatu yang sia-sia, kita sedang dimurnikan. Dia mengijinkan kita ada dalam tungku pencobaan supaya memperoleh kesabaran, ketaatan, kerendahan hati, belas kasih, dan juga keunggulan lain yang belum kita miliki. Jadi, janganlah takut dan jangan menggerutu.
Pencobaan kita saat ini, betapa pun pedihnya, sudah disaring melalui hikmat dan kasih Allah. Sang Pemurni duduk di samping tungku, menjaga nyala api, mengamati prosesnya, menunggu dengan sabar sampai wajah-Nya terpantul di permukaan – David Roper
Api pemurnian dapat menghasilkan kesaksian yang gemilang.
Doa: “Kami percaya, bahwa apa pun yang menimpa kami, Engkau tidak pernah membiarkannya melebihi kemampuan kami. Engkau akan menolong kami dan menjadikan kami indah. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung