Renungan Harian (21 Mei 2016)

21SYARAT YANG RUMIT

Matius 6:5-8

Matius 6:7. “Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.”

Saya membaca banyak artikel di internet tentang doa yang dikabulkan Tuhan. Berbagai judul fantastis saya temukan, seperti “12 Saat yang Tepat untuk Berdoa”, “10 Waktu Istimewa Agar Doa Terkabul”, “8 Tips Agar Doa Dikabulkan Allah” dan sekian banyak judul lainnya.

Saya lantas membayangkan betapa rumit dan kompleksnya hubungan dengan Tuhan jika harus melalui jalur 8 tips, 15 syarat dan 10 cara. Uniknya, semuanya itu adalah aturan manusiawi yang bukannya membuka jalur komunikasi dengan Allah, tetapi justru tidak jarang malah menutup akses. Sesudahnya kita akan membayangkan Allah yang ketat dengan aturan protokoler. Menjumpai-Nya harus mengisi buku tamu, melewati pemeriksaan metal detector, menitipkan gadget dan barang bawaan, lalu diperiksa sekali lagi secara manual oleh ajudan, dan akhirnya kita lelah duluan…

Ah, untungnya Allah kita mau membuka diri-Nya dan disebut sebagai Bapa. Apa yang dilakukan-Nya itu telah melunturkan semua bayangan rumit nan kompleks untuk bertemu dengan-Nya. Bapa punya hubungan yang egaliter, tidak feodal seperti seorang ‘ndoro’ dan ‘jongos’. Kita tak perlu dipersulit dengan kata-kata pembuka penuh basa-basi ketika berbicara dengan-Nya. Kita malah diberi kesempatan untuk bercanda dan berada dalam obrolan yang tak terlalu formal. Hubungan yang begitu cair dan mengalir.

Jika kita telah memiliki hubungan yang sedemikian akrab sebagaimana hubungan anak-bapa, maka jawaban doa bukanlah hal yang utama lagi yang kita cari. Dia bisa memberi jawaban apa pun dan di dalam perckapan kita dengan-Nya, kita mendapat penjelasan mengapa misalnya Dia tidak memberi jawaban “ya” atas permintaan kita. Jika kita sedemikian dekat dengan Sang Sumber, mengapa kita pusing dengan syarat yang rumit tentang pengabulan doa? Hubungan dengan-Nya jauh lebih penting kita bangun, hasil akan menyusul kemudian. (NK).

Doa: “Ya Bapa, betapa bersyukurnya kami memiliki Allah yang membuka diri setiap waktu untuk ditemui. Engkau tidak terbatas tetapi tidak membatasi diri-Mu dan berkenan dengan kami. Biarkan kami menggunakan waktu pertemuan dengan-Mu dengan persekutuan yang kian intim. Amin.”

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …