
GEREJA ADALAH KELUARGA ALLAH
1 Korintus 12:18-27
Mazmur 127:1. “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.”
Banyak orang bisa membangun rumah secara fisik (house) tetapi tidak bisa membangun home (suasana dalam rumah). Yang membuat anggota rumah betah dan nyaman bukan hanya karena fisik rumahnya mewah, tetapi suasana yang ada di rumah tersebut.
Gereja adalah keluarga Allah, dan berbicara keluarga berarti kita akan membicarakan rumah dalam arti suasana dalam rumah itu. Ingat gereja atau rumah bukan sekedar event. Event adalah sesuatu yang bisa kita datangi dan terhibur, lalu setelah selesai kita harus pulang atau bubar. Gereja juga bukan rumah sakit, di mana orang berobat dan setelah sembuh ia pergi meninggalkan rumah sakit tersebut.
Gereja adalah rumah, di mana kita diterima apa adanya, menemukan arahan dan pimpinan. Kita tidak perlu berdandan untuk menutupi kekurangan. Anggota keluarga akan selalu pulang ke rumah setelah pergi ke tempat lain yang sekalipun lebih mewah, tetapi bukan rumahnya.
Ciri rumah adalah tempat di mana kita bisa menerima dan memberi bantuan atau pertolongan. Karenanya Anda juga seharusnya memberi kontribusi di rumah dengan menyalurkan talenta, memberi bantuan dan dukungan. Tatkala ditegur, dinasehati, terjadi gesekan satu dengan yang lain tidak perlu sampai terjadi perpecahan atau bahkan salah satu anggotanya pergi.
Bacaan Alkitab hari ini (1 Kor. 12:18-27) adalah prinsip yang seharusnya ada dalam gereja sebagai keluarga Allah. Jika ada anggota yang sudah diberkati, dan sehat secara rohani maka ia harus memperhatikan mereka yang belum. Dan bagi yang memang masih butuh diperhatikan, dibantu atau ditopang, jangan merasa malu dan rendah diri karena ini adalah rumah kita bersama.
Doa: “Terima kasih untuk gereja yang adalah keluarga bagi kami, ya Allah. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung