Renungan Harian (21 Juli 2016)

21SELF CONTROL

Amsal 25:28

Amsal 25:28. “Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.”

Saya cukup tergelitik melihat sebuah acara TV yang “sengaja” memancing emosi seseorang yang menjadi korbannya dengan cara merencanakan sebuah kejadian yang sangat menjengkelkan, sehingga sang korban akhirnya menjadi tidak sabar dan amarahnya memuncak keluar. Hanya orang-orang yang tetap bersikap sabar yang pada akhirnya akan mendapatkan imbalan uang dari para kru acara tersebut.

Yang membuat menarik saya adalah kejadian-kejadian yang telah dirancangkan tersebut sebelumnya bukanlah sebuah kejadian aneh yang jarang terjadi di kehidupan nyata, malah kejadian tersebut sangatlah akrab dalam kehidupan sehari-hari kita: diserempet angkot saat mengendarai motor/mobil, antrian kita diserobot oleh orang lain, sampai tindakan tidak sopan dan kurang ajar yang dilakukan seseorang terhadap kita. Ada beberapa orang yang sangat sensitif dan mudah sekali menjadi marah. Namun sebaliknya, ada orang-orang yang terlihat tidak terganggu dan tetap bersikap baik seperti tidak terjadi apa pun.

Saat saya remaja, yang saya tahu adalah, ketika kita diperlakukan tidak adil, reaksi marah menjadi reaksi wajar yang seharusnya keluar, sehingga orang lain mengetahui bahwa kita bukan orang yang mudah dipermainkan. Namun, ketika saya semakin dewasa, saya belajar bahwa tidak seharusnya kita dikuasai oleh emosi kita. Sudah banyak kejadian yang terjadi di sekitar kita yang bisa kita jadikan pelajaran yang berharga: orang tua mencelakai anaknya sendiri yang rewel terus menerus, pria muda yang membunuh selingkuhan kekasih wanitanya, anak yang melaporkan orang tuanya sendiri atas kasus persengketaan hak waris kepada pihak yang berwenang, dan lain sebagainya.

Kita perlu belajar, bahwa menguasai diri bukan berarti mengalah atas setiap situasi tidak adil yang menimpa kita. Orang yang menguasai dirinya adalah orang-orang yang lebih dari pemenang, karena ia bisa bertahan atas setiap keinginan daging dan hawa nafsu yang menguasai hidup kita. Pada akhirnya penguasaan diri kita membuat orang lain boleh melihat kedewasaan karakter kita dan kemuliaan Tuhan menjadi nyata atas kehidupan kita. (NK).

Doa: “Roh Kudus, bantu saya untuk dapat menguasai emosi saya dengan baik supaya dalam setiap tindakan apa pun, saya bisa tetap memuliakan nama-Mu dan menjadi berkat untuk semua orang yang mengenal saya.”

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …