WORKAHOLIC
Matius 6:25-34
Amsal 10:22. “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.”
Workaholic adalah suatu kondisi seseorang yang mementingkan pekerjaan secara berlebihan dan melalaikan kehidupan yang lain. Workaholic adalah keadaan yang berbeda dengan kerja keras. Kerja keras dilakukan orang-orang yang bekerja dengan penuh tanggung jawab dan bersungguh-sungguh, sedangkan workaholic dilakukan oleh mereka yang kecanduan dengan pekerjaan bahkan dapat disebut “menggilai” pekerjaan.
Sayangnya, sebagian besar para workaholic malah berujung pada kegagalan dan frustasi. Contohnya adalah masyarakat Jepang, mereka memiliki rata-rata jam kerja sampai 37 jam dan itu sebanding dengan tingkat bunuh diri mereka yang mencapai rekor tertinggi di dunia. Kita dapat melihat para workaholic bersikap seperti itu karena memiliki suatu target yang muncul karena ambisinya sendiri atau dari orang lain. Ambisi ini tidak lain disebabkan oleh kekuatiran mereka. Firman Tuhan sangat jelas berkata, tidak ada yang dapat menambahkan sehasta pun dari jalan kehidupannya karena kekuatiran. Pada kenyataannya, kekuatiran memang hanya membuat masalah-masalah baru dalam kehidupan manusia.
Kembali firman Tuhan berkata, hanya berkat Tuhan yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya. Hal ini Tuhan katakan bukan supaya anak-anak Tuhan kemudian tidak berusaha, tetapi Tuhan menginginkan kerja keras, yaitu sesuatu yang penuh pertanggungjawaban, bukan workaholic. Selanjutnya ketika kita diberkati, Tuhan ingin kita melihat bahwa itu semua berasal dari Tuhan dan bukan usaha kita sebagai manusia.
Ketika orang-orang di luar Tuhan bekerja secara “luar biasa” untuk memuaskan keinginan mereka sendiri, marilah kita sebagai anak-anak Tuhan bekerja secara bertanggung jawab. Buktikan, bahwa setiap aspek dalam kehidupan kita penuh sukacita karena Tuhan.
Doa: “Terima kasih untuk berkat-Mu atas kami, ya Allah. Karenanya kami mau bekerja dengan penuh tanggung jawab agar kami memuliakan Engkau. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung