Roma 12:1-3
Roma 12:3b. “… Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.”
Ada seorang lelaki yang menyerahkan usahanya kepada Allah. Ia telah bersusah payah dengan usaha itu selama bertahun-tahun. Ia telah bergumul dan bertarung dengannya selama dua dekade. Pada suatu hari ia memutuskan, “Saya sudah lelah. Cukup sudah.” Minggu pagi itu ia mendengar dari pendetanya tentang pentingnya menyerahkan seluruh usaha dan pekerjaan kita kepada Allah. Ketika pulang dari gereja, ia memutuskan bahwa kecemasannya harus disudahi. Pada saat ia tiba di rumah, dengan segenap hati dan tanpa ada keraguan, ia menyerahkan usahanya itu kepada Allah.
Pada malam itu juga tempat usahanya terbakar. Ia mendapat panggilan darurat melalui telepon. Dengan tenang ia mengemudikan mobilnya ke kawasan perdagangan itu dan berdiri di tepi jalan, menyaksikan kobaran api di tempat itu. Ia tersenyum sendiri. Salah seorang rekan menghampirinya dan mempertanyakan sikap santainya dalam menghadapi apa yang terjadi. “Hei, kamu sadar apa yang sedang terjadi? Semuanya habis terbakar!” Ia menjawab, “Ya…ya…saya tahu. Tidak masalah, Fred. Pagi tadi saya sudah menyerahkan usaha saya itu kepada Allah. Jika Ia ingin membakarnya, itu urusan-Nya.”
Sudahkah kita menyerahkan semua kehidupan kita kepada-Nya, dan jika sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan kehendak kita, dapatkah kita berkata, “Itu urusan-Nya.”
Doa: “Ajar kami Bapa, untuk senantiasa menyerahkan sepenuhnya hidup kami kepada-Mu. Dan jika yang terjadi tidak sesuai dengen kehendak kami, tetap kami percaya Engkau punya lain yang lebih baik. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
