Kolose 3:23-25
Kolose 3:23. “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”
Di sebuah museum perang yang terletak di Amerika Serikat terdapat suatu tulisan seperti ini:
“Orang Inggris berperang demi Ratu
Orang Jepang berperang demi Kaisar
Orang Rusia berperang demi Tanah Air”
Baris demi baris kalimat di atas mengandung suatu makna yang mendalam tentang motivasi perang prajurit dari tiap-tiap bangsa. Itulah sebabnya kita dapat mengerti mengapa orang Inggris dulu rela mati untuk Ratu yang mereka hormati. Sementara itu, orang-orang Jepang juga rela mati untuk membela nama Kaisar mereka, yang mereka yakini sebagai keturunan dewa matahari. Dan orang-orang Rusia berjuang sampai tetes darah terakhir demi mempertahankan tanah air. Semua kerelaan dan daya juang yang tinggi itu disebabkan oleh suatu motivasi yang kuat, sehingga tercapailah suatu prestasi bela negara yang mengagumkan.
Bagaimana dengan kita? Apa yang menjadi motivasi kita dalam melakukan pekerjaan? Ada berbagai macam motivasi yang bisa mendorong seseorang melakukan sesuatu, ada motivasi yang salah, jahat atau dosa, tapi ada motivasi yang baik, tulus, dan benar.
Dalam nats Alkitab di atas ditekankan, bahwa motivasi segala perbuatan kita adalah memberi yang terbaik untuk Tuhan. Jadi, prestasi kita dalam pekerjaan semuanya dipersembahkan kepada Tuhan. Dan dengan motivasi demikian, maka prestasi yang dicapai merupakan sesuatu yang berkenan kepada Tuhan.
Kita semua yang beriman kepada Tuhan Yesus adalah prajurit-prajurit-Nya. Bila prajurit-prajurit ketiga negara di atas berperang demi Ratu, Kaisar atau tanah airnya, maka kita sebagai prajurit Kristus, bekerja dan melakukan segala sesuatu demi Tuhan Yesus Kristus dan untuk kemuliaan nama-Nya. Mari lakukanlah segala sesuatu untuk Dia, itulah motivasi sejati dari orang beriman. (NK).
Doa: “Engkaulah satu-satunya alasan kami melakukan segala sesuatu, ya Allah. Karena kami adalah umat kepunyaan-Mu yang telah Kau tebus dengan nyawan-Mu. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
