LANGIT DAN BUMI BARU
Wahyu 21:1-8
Wahyu 21:7. “Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.”
Langit yang baru dan bumi yang baru adalah sasaran dan pengharapan terakhir dari iman Perjanjian Baru. Suatu tempat di mana Kristus tinggal dengan umat-Nya. Tempat di mana segala akibat dosa, seperti dukacita, kesakitan, kemurungan, dan kematian hilang untuk selama-lamanya. Allah sendiri menyatakan bahwa siapa yang akan mewarisi berkat-berkat dari langit dan bumi yang baru itu, yaitu mereka yang setia bertahan sebagai orang-orang yang menang di dalam Kristus (Why. 2:7). Namun, mereka yang tidak mengalahkan dosa dan kefasikan akan dicampakkan ke dalam lautan api (Why. 21:8).
Allah menyebutkan beberapa golongan orang yang dicampakkan di lautan api yang menyala-nyala oleh belerang itu:
- Penakut. Artinya mereka yang lebih takut akan penolakkan dan ancaman manusia daripada kepada Kristus dan firman-Nya. Di antara orang-orang penakut ini ada orang-orang yang tadinya termasuk umat Allah tetapi berkompromi dan berhenti berperang sehingga tidak menang.
- Orang yang tidak percaya. Selain mereka yang menolak untuk percaya kepada Yesus, tetapi juga mereka yang dulu percaya Kristus tetapi kemudian murtad.
- Pembunuh, pesundal, tukang sihir, penyembah berhala dan semua pendusta. Banyak gereja memberitakan, bahwa seseorang bisa menjadi anak Allah, orang Kristen, tetapi dapat tetap hidup di dalam kejahatan yang dibenci Allah, perbuatan amoral, homoseksual, dll. Ini jelas berarti menyangkal firman Allah yang tertulis di Wahyu 21:8.
Setialah bertahan sampai akhir, agar kelak kita bersama-sama menikmati indahnya tinggal bersama-sama dengan Kristus.
Doa: “Kami mau setia sampai akhir hidup kami, Tuhan Yesus. Kami mau hidup di dalam ketaatan penuh kepada firman dan kehendak-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung