Renungan Harian (20 Oktober 2015)

20KEMURAHAN KECIL YANG BERNILAI BESAR

Rut 2:1-23

Rut 2:16. “Bahkan haruslah kamu dengan sengaja menarik sedikit-sedikit dari onggokan jelai itu untuk dia dan meninggalkannya, supaya dipungutnya; janganlah berlaku kasar terhadap dia.”

Sebut saja Rully, seorang wirausaha yang mejadi pemasok berbagai kemasan (packaging) pada berbagai perusahaan. Suatu kali Ia mendapatkan proyek untuk memasok kemasan sebuah perusahaan alat musik. Semula order yang diterimanya hanya sedikit. Untuk menyelesaikan order ini, Rully meggunakan jasa seorang ibu tua dalam proses pengeleman. Karena jumlahnya masih sedikit, pekerjaan itu dibawa pulang oleh ibu itu ke rumahnya, yang seluas 4x3m di sebuah gang kecil. Pengerjaan ini dilakukan di rumah karena di tempat itu juga si Ibu tua ini membuka sebuah warung kecil. Jadi ia bisa mendapatkan penghasilan dari dua pekerjaan. Melihat kondisi ekonomi ibu ini, Rully memutuskan untuk memberi upah yang lebih besar dari harga di pasaran.

Setelah beberapa bulan, order dari perusahaan itu bertambah hingga 10 kali lipat. Ketika melihat prospek seperti ini, sebagai seorang pengusaha, Rully menghadapi sebuah pilihan untuk memindahkan jasa sub-kontrak dari ibu itu dan membuka sendiri divisi pengeleman atau tetap menggunakan jasa ibu itu dengan harga yang lebih tinggi dari pasar. Jika hanya menggunakan prinsip ekonomi, tentulah kerjasama dengan ibu ini harus berakhir. Tetapi keputusan yang diambil Rully berbeda dari kebanyakan orang, ia memutuskan melatih Ibu ini untuk mengepalai divisi pengeleman, dimana ia merekrut, melatih dan mengatur tetangga ibu ini yang mau memiliki penghasilan dan mempercayakan ibu ini mengepalai kelompok ini. Sekarang, ibu tua ini selain rutin mengerjakan order dari Rully juga menerima berbagai order dari luar. Penghasilannya bertambah secara signifikan.

Bagi Rully potensi tambahan pendapatan dari pekerjaan ini tidaklah sebanding nilainya dibandingkan kesempatan untuk membantu kehidupan ibu tua ini. Ia memilih menjadi berkat buat sesamanya. Ia memilih untuk berkemurahan. Betapa berartinya peghasilan itu bagi ibu tua tersebut. Seringkali apa yang kadang tidak kita lihat besar atau berguna, sesungguhnya adalah harta karun yang tidak ternilai buat orang lain. Jadi berlombalah menjadi berkat bagi sesama. (NK).

Doa: “Ajar kami Bapa untuk memiliki hati yang selalu rindu untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …