
HATI BARU
Yakobus 3:1-12
Amsal 4:23. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”
Kondisi hati kita seringkali tergambarkan dalam apa yang kita ucapkan. Kita pasti pernah menemukan orang yang lidahnya tajam. Ucapannya menyakiti hati orang. Hal ini disebabkan dalam hati orang itu ada yang tidak beres. Hati yang sedang kecewa akan memunculkan keluhan-keluhan. Hati yang tersinggung akan membuat orang menjadi marah-marah. Hati yang cemburu akan membuat orang itu bisa memaki-maki. Begitu juga sebaliknya, lidah yang lemah lembut mengungkapkan hati yang penuh kasih. Ketika kita mampu mengontrol lidah, maka itu mengungkapkan hati yang damai.
Sebenarnya tidak seorangpun yang benar-benar menguasai lidah karena hati manusia sudah dikuasai dosa. Masalah yang sebenarnya ada di dalam hati. Usaha manusia untuk mengelola lidah tidak pernah berhasil, bila hatinya tidak dibereskan. Beberapa orang berusaha menghindari pergaulan agar terhindar dari konflik. Beberapa orang berusaha mengasingkan diri agar memiliki hati yang tenang. Namun, semua usaha itu sia-sia belaka.
Bagaimana kita bisa memiliki hati yang penuh damai sejahtera, sehingga lidah kita terkontrol dan memberkati orang lain? Yehezkiel 36:26. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.
Percayalah kepada Tuhan Yesus yang sudah mati di kayu salib untuk menanggung hukuman dosa kita. Dengan percaya pada karya Tuhan Yesus di salib, maka Allah akan memberi hati yang baru. Tuhan Yesus dapat menggantikan hati kita yang frustrasi dengan damai sejahtera-Nya. Tuhan Yesus dapat menggantikan hati kita yang khawatir dengan hati yang penuh dengan kuasa dan kasih-Nya.
Terimalah Tuhan Yesus dalam hati dan hiduplah dalam kasih karunia-Nya.
Ayat Bacaan Setahun: 1 Yohanes 4:1-6; Filemon 1:13-25; Yehezkiel 19; Amos 6
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku percaya karya-Mu di kayu salib. Terima kasih untuk hati baru yang sudah Engkau anugerahkan bagiku, sehingga aku memiliki damai sejahtera. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung