Renungan Harian, 20 November 2018

PENTINGKAH? BAIKKAH?

Amsal 10:18-21

Amsal 10:21. “Bibir orang benar menggembalakan banyak orang, tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi.

“Baju kamu kurang bagus deh,” Anda berkomentar. Ia yang semula bahagia karena memakai pakaian yang ia suka untuk dirinya sendiri, lalu berjumpa dengan selera Anda yang berbeda, membuat percaya dirinya rusak dan harinya menjadi murung.

“Kamu dapat hadiah ulang tahun apa dari keluargamu hari ini? Setiap ulang tahun, suami dan anak-anak saya pasti kasih kejutan dan hadiah kepada saya.” Mendengarnya, ia yang sejak pagi hanya mendapat ucapan selamat ulang tahun tanpa kado, merasa tidak dikasihi. Dan setibanya di rumah, ia menumpahkan kekecewaannya dengan marah kepada suami dan anak-anaknya.

“Iiih saya lagi gak pede nih. Berat badan saya naik 2 kg, jadi gendut. Jelek,” kata Anda di depan seseorang bertubuh jauh lebih gemuk. Ia lalu merasa minder dan tidak menarik.

“Kapan nikah? Sepatu aja sepasang masa kamu jomblo terus. Kalah sama sepatu dong!” Seolah-olah menikah adalah sebuah pencapaian.

Mari mewaspadai masukan dan komentar yang hendak kita sampaikan.

Apakah itu cukup penting untuk disampaikan atau sekedar memuaskan hati Anda walaupun ada seseorang yang dipermalukan? Atau apakah sebenarnya hanya ingin menunjukkan bahwa Anda lebih hebat?  Apakah akan memotivasi atau justru sebaliknya?

Menjadi dewasa rohani artinya kita dapat berkomentar tanpa mengurangi rasa hormat. Seorang  penyembah Allah mestinya memiliki ucapan bibir yang menggembalakan banyak orang, dan berakal budi untuk menahan bibirnya dari ucapan yang tidak  membangun.

Doa: “Ampuni kami kalau kami mengatakan hal-hal yang tidak membangun sesama kami. Kami mau berubah di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …