Renungan Harian (20 Maret 2018)

TIDAK MAU TAHU

Matius 28:11-15

Yohanes 12:40, “Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka.”

Pengorbanan Yesus di kayu salib membuktikan Yesus benar-benar anak Allah. Pada saat itu, orang-orang yang berada bersama Yesus ketika Ia disalib sangat yakin bahwa Yesus adalah Mesias. Ketika Yesus disalibkan, langit di siang hari berubah menjadi gelap gulita. Para prajurit, tidak terkecuali sang panglima yang menyalibkan-Nya menyatakan percaya Yesus adalah Allah yang hidup, Mesias yang dijanjikan. Setelah Yesus dikuburkan, Ia bangkit pada hari yang ketiga, sesuai yang telah dinubuatkan para nabi bahkan diri-Nya sendiri. Yesus bangkit dan naik ke sorga, disaksikan oleh banyak orang. Bukankah ini adalah hal yang luar biasa?

Imam-imam kepala pun mengetahui dengan benar hal-hal yang terjadi pada Yesus. Namun, mereka menolak dan menyuap serdadu-serdadu untuk berbicara kepada orang banyak, bahwa Yesus tidak bangkit. Hingga hari ini kita masih dapat mendengar kebohongan yang dilakukan para imam tersebut.

Orang kaya pada kisah Lazarus pun meminta agar Tuhan membangkitkan orang mati, sebagai bentuk kesaksian bagi keluarganya (Lukas 16:19-31). Namun Abraham menjawab, “Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekali pun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”

Keselamatan telah diberikan Tuhan kepada setiap orang, tetapi Tuhan tetap memberikan kehendak bebas agar manusia memilih untuk berbalik kepada Tuhan atau tidak. Peristiwa kebohongan yang dilakukan para imam di Mahkamah Agama membuktikan sebagian manusia sebenarnya mengetahui kebenaran yang Tuhan berikan. Tetapi harga diri dan jabatan mereka menjadi hal yang sepertinya lebih pantas untuk dipertahankan daripada mendapat keselamatan bagi dirinya sendiri. Bagaimana dengan Anda?

Doa: “Tuhan Yesus, kami percaya, bahwa Engkaulah Tuhan dan Juruselamat yang hidup. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …