
GODAAN DOSA SEKSUAL
Kejadian 39:1-23
“Kejadian 39:12. “Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: “Marilah tidur dengan aku.” Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.”
Cara terbaik menghindari dosa adalah menjauhinya. Hal ini juga berlaku dalam percabulan. Apa yang dilakukan oleh Yusuf ketika istri Potifar menggodanya adalah jangan ditanggapi, jangan terjebak dengan rayuan dan godaan dan jika sudah sampai kondisi yang sangat berbahaya, maka sebaiknya yang harus dilakukan adalah dengan cara lari ke luar, seperti Yusuf.
Iblis kerap menipu kita dengan muslihatnya. Ia sengaja menyuntikkan ide dalam pikiran, bahwa kita hebat dan kuat melawan dosa. Seperti juga yang dialami oleh Simson ketika bersama Delila, akibat rayuan itu maka Simson jatuh. Seringkali kita menjadi kurang waspada dan termakan jebakan dosa. Kesombongan rohani justru membuat kita rentan terhadap dosa.
Pada zaman digital ini, Iblis memakai apa pun guna menyeret kita ke percabulan. Sebisa mungkin, kita sebaiknya mengurangi akses terhadap internet jika dirasa tidak penting. Rantai percabulan ini harus diputus supaya tidak memengaruhi.
Hasil survei Gallup, yang dirilis pada Juni 2018, tentang aktivitas seksual menunjukkan fakta menarik. Survei menunjukkan bahwa 69% warga Amerika menyetujui hubungan seks di luar nikah. Hanya 28% yang beranggapan itu sebagai kesalahan moral. Bisa jadi riset ini juga mewakili gambaran nilai moralitas kita.
Percabulan sangat berbahaya. Ia akan membinasakan tubuh dan mempengaruhi anggota jemaat lainnya. Oleh karena itu, Paulus mengibaratkannya sebagai ragi yang mencampuri seluruh adonan. Lawan dosa adalah firmann Tuhan. Itu sebabnya memperbanyak akses terhadap firman Tuhan adalah obat mujarab melawan dosa. Terakhir, kekuatan utama kita tentu adalah pertolongan Tuhan, dalam menjaga kesucian hidup.
Doa: “Tuhan Yesus, mampukan kami untuk menjaga kekudusan dan kesucian hidup dari dosa perzinahan dan percabulan.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung