MENGHORMATI ORANG TUA
Imamat 20: 8-9
“Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.” – Matius 15:4
Seorang pria duduk termenung di kamarnya. Ia berpikir mengenai sesuatu yang telah terjadi kepada orang tuanya. Ayah dan ibu yang selalu dekat dengannya, bahkan bercanda dan berdiskusi setiap hari dengannya mendadak mengalami perubahan hari itu. Ayahnya menjadi seorang yang canggung, lebih emosional. Ibunya mengulang pertanyaan yang telah ia jawab berulang kali. Awalnya ia kesal, tetapi setelah direnungkan, ia menyadari bahwa ia telah dewasa dan ayah ibunya telah beranjak ke usia yang lebih lanjut.
Peristiwa ini mungkin terjadi dalam kehidupan setiap anak dan mungkin terjadi dalam kehidupan kita. Saya mengamati begitu banyak anak yang tidak sabar dengan perubahan sikap orang tuanya, terutama jika orang tuanya menuju usia lanjut, karena begitu banyak keterbatasan yang semakin muncul dalam diri orang tuanya. Ada seorang anak yang kesal dengan perilaku orang tuanya yang lanjut usia, ia berkata, “Saya tahu saya berdosa saat memarahi ayah saya, tapi bagaimana? Ini sudah kelewatan.” Perlu dimengerti bahwa perubahan tidak hanya terjadi dalam diri orang tua, tetapi dalam diri anak juga. Anak yang semakin beranjak dewasa dan orang tua yang semakin lanjut usia akan menghadapi situasi-situasi yang mempengaruhi respon mereka masing-masing.
Apa pun kondisi orang tua dan sikapnya terhadap kita, sebagai seorang anak, kita perlu terus belajar untuk menghormati dan mengasihi mereka. Hal ini bukanlah berbicara soal perilaku orang tua, melainkan soal status mereka sebagai orang tua dan status kita sebagai anak. Hormat pada orang tua bukan tergantung pada situasi, tetapi kewajiban kita sebagai seorang anak.
Doa: “Ajar kami untuk terus senantiasa mengasihi dan menghormati orang tua kami, ya Allah. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung