
MEMBERI DALAM KEKURANGAN
2 Korintus 8:1-15
2 Korintus 8:15. “Seperti ada tertulis: “Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan.”
Ada istilah lebih baik memberi daripada menerima. Pada masa pandemik ini terlihat kualitas masing-masing orang. Ada yang menimbun barang, demi keuntungan diri sendiri, ada yang mampu tapi tidak peduli dengan kekurangan orang lain, ada yang merasa perlu dikasihani, tetapi ada juga orang-orang sederhana yang memiliki kualitas istimewa. Ada orang yang usaha kecilnya terimbas dampak pandemi, ada juga yang gajinya dipotong dan dirumahkan. Mereka sangat layak mendapat bantuan, tetapi justru mereka bukan saja menolak bantuan malahan berpartisipasi dalam memberi bantuan.
Jemaat Makedonia diceritakan sebagai jemaat yang berada dalam pencobaan berat, penderitaan, dan kemiskinan. Akan tetapi, Paulus memberi pujian atas tindakan mereka dalam hal memberi, sebab mereka memberi melampaui kemampuan mereka. Mereka rela menyerahkan diri kepada Allah dan para rasul. Sekalipun jemaat meminta anugerah, mereka memintanya agar dapat memberi bantuan dalam pelayanan untuk orang-orang kudus. Menarik sekali! Mereka mendesak para rasul dengan sangat untuk bisa membantu. Ini karena mereka telah menerima anugerah Tuhan Yesus Kristus.
Banyak orang berpikir, “Untuk diriku saja belum cukup, bagaimana aku bisa memberi?” Selama manusia hidup, berpikir, dan bekerja, tidak akan ada kata cukup. Pada zaman sekarang, jika ada orang yang membutuhkan dan memohon dengan sangat pun, belum tentu ada orang yang mau membantu.
Bagi orang Kristen, istilah lebih baik memberi daripada menerima, harusnya mengingatkan bahwa kita memiliki Allah yang memelihara. Allah yang mengatur keseimbangan di tengah umat-Nya: orang yang memberi tidak akan kekurangan dan orang yang menerima tidak akan berkelebihan. Mari kita meneladani jemaat Makedonia. Memberi dengan tulus dan bertanggung jawab mengelola hidup kita.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, aku memberi karena aku percaya kepada pemeliharaan-Mu. Amin.”
Bacaan Setahun: Yohanes 6:1-15; II Korintus 7:2-7; Yesaya 30; II Samuel 5-6.
GBI Pasir Koja 39 Bandung