DIA YANG MENGATUR KEHIDUPAN KITA
Yeremia 29:11-14
Yeremia 29:11. “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
Setelah melewati lima tahun pernikahan kami dan kami belum dikaruniai seorang anak, saya mulai merasakan ada kecemasan dalam hidup saya. Saya dan suami berusaha memeriksakan hal ini ke dokter kandungan, bahkan ada banyak yang menyarankan untuk kami meminum obat-obatan herbal. Semua kami lakukan, tetapi rupanya belum juga ada hasilnya.
Saya bertanya kepada Tuhan Yesus mengapa semua ini kami alami, padahal kami sudah melayani Tuhan dengan sepenuh hati dan dengan seluruh kehidupan kami. Sampai suatu hari saya datang kepada Yesus dalam doa puasa, dengan sungguh-sungguh dengan mencucurkan air mata, dan saya mulai menyanyikan lagu “Allah kuasa melakukan segala perkara..Allah ku Maha Kuasa…” Hadirat Tuhan saat itu begitu kuat saya rasakan, sehingga lagu itu terus saya ulang sampai tiba-tiba saya mendapat kesan Allah berbicara dan bertanya kepada saya, “kalau Aku, Allah yang Maha Kuasa, apakah Aku sanggup memberikanmu anak saat ini juga?” Dan saya menjawab dengan pasti, “Iya.” “Apakah ada yang mustahil bagi-Ku?” Dan saya menjawab, “tidak.” Kemudian saya mendapat satu kesan, bahwa kalau Allah mau melakukan sesuatu, Dia pasti akan melakukan-Nya, tetapi rencana Allah berbeda dengan rencana manusia. Rancangan-Nya adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan (Yer. 29:11).
Semenjak hari itu saya tidak pernah bertanya lagi mengapa hal ini saya alami, karena saya tahu Allah sudah merancangkan hal yang lebih baik untuk kami. Kami hanya melakukan apa yang Dia mau kami kerjakan, agar nama-Nya dipermuliakan melalui kehidupan kami.
Doa: “Terima kasih Tuhan, karena firman-Mu menyatakan, bahwa rancangan-Mu di dalam hidup kami adalah rancangan damai sejahtera dan ada masa depan yang penuh harapan Engkau sediakan bagi kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung