
BANGKIT UNTUK HIDUP YANG KEKAL
Filipi 3:1-21
Filipi 3:10-11. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.
Rasul Paulus berusaha keras menuju kebangkitan penuh sukacita ini. Ia bersedia melakukan apa pun, atau menderita apa pun, supaya dapat memperoleh kebangkitan itu. Pengharapan dan pandangan akan hal itu membuat dia begitu berani dan tabah luar biasa dalam melewati semua kesulitan yang dihadapinya dalam melaksanakan tugas. Kerinduannya untuk didapati berada di dalam Kristus adalah dengan tujuan mengalami kebangkitan dari antara orang mati. Paulus tidak berharap memperolehnya melalui kebaikan dan kebenarannya sendiri, tetapi melalui kebaikan dan kebenaran Yesus Kristus.
Sama seperti orang yang mengikuti perlombaan tidak pernah berhenti sebelum mencapai akhir, tetapi terus berlari maju secepat mungkin, demikian juga orang-orang yang mendambakan kebangkitan harus terus berlari-lari kepada tujuan. Hidup yang kekal, sorga, disebut tujuan, sebab itulah tujuan pandangan setiap orang Kristen yang baik, sama seperti pemanah memusatkan perhatian kepada sasaran yang ditujunya. Panggilan menuju ke sorga itu yang harus merupakan arah tujuannya, yang kita perebutkan, yang harus kita kejar, dan yang kita pergumulkan. Akan tetapi, yang patut diingat adalah bukan karena kebajikan kita tapi karena melalui iman kepada Yesus Kristus.
Bagi kita, ini disebut kebangkitan orang-orang benar, dan bangkit untuk hidup yang kekal, ini akan benar-benar menjadi kebangkitan, pulang kembali kepada kebahagiaan, kehidupan, dan kemuliaan.
Doa: “Arahkanlah tujuanku hanya kepada kebangkitan bersama dengan Engkau ya Yesus. Amin.”
Bacaan Setahun: Lukas 4:1-15; Roma 3:21-31; Mazmur 129-131; Bilangan 32.
GBI Pasir Koja 39 Bandung