KASIH YANG MENGUBAHKAN
1 Korintus 13:1-13
1 Korintus 13:1. “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.”
Seorang guru kelas 5 SD berusaha menyukai seorang anak di kelasnya yang malas, sering terlambat dan selalu mengantuk di kelas. Suatu hari, tanpa disengaja, guru itu melihat catatan rapor kelas 1 anak ini. Di sana tertulis “Ceria, menyukai teman-temannya, ramah, bisa mengikuti pelajaran dengan baik, masa depannya penuh harapan.” “Ini pasti salah, ini pasti catatan rapor anak lain”. Di catatan rapor kelas 2 tertulis, “Kadang-kadang terlambat karena harus merawat ibunya yang sakit-sakitan.” Di kelas 3 semester awal, “Sakit ibunya nampaknya semakin parah, mungkin terlalu letih merawat, jadi sering mengantuk di kelas.” Di kelas 3 semester akhir, “Ibunya meninggal, anak ini sangat sedih terpukul dan kehilangan harapan.” Di catatan rapor kelas 4 tertulis, “Ayahnya kadang melakukan tindakan kekerasan kepada anak ini.” Terhentak guru itu oleh rasa pilu yang mendalam.
Selesai jam sekolah, guru itu menyapa si anak: “Setiap selesai jam pelajaran, ibu temani kamu belajar mengejar ketinggalan.” Sejak saat itu, si anak belajar dengan serius di kelasnya. Saat kelulusan tiba, guru itu mendapat selembar kartu dari si anak tertulis “Bu guru baik sekali seperti Bunda, Bu guru adalah guru terbaik yang pernah aku temui.”
10 tahun berlalu, guru itu mendapatkan sebuah kartu. Di sana tertulis, “Saya menjadi dokter yang mengerti rasa syukur dan mengerti rasa sakit. Saya mengerti rasa syukur karena bertemu dengan Ibu guru.” Kartu pos itu diakhiri dengan kalimat, “Saya selalu ingat Ibu guru saya waktu kelas 5.” Setahun kemudian, kartu pos yang datang adalah surat undangan, di sana tertulis satu baris,“Mohon duduk di kursi Bunda di pernikahan saya.” Guru pun tak kuasa menahan tangis haru dan bahagia. Kasih tulusnya telah mengubah jalan hidup seseorang. Bagaimana dengan kasih kita?
Doa: “Ajarilah kami untuk saling mengasihi, sama seperti Engkau telah mengasihi kami, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung