UPAH MENGIKUT YESUS
Matius 19:27-30
Matius 19:27. “Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?”
Pertanyaan yang diajukan Petrus, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” mewakili seluruh murid-murid yang sedang bertanya-tanya dalam hati dengan penuh keheranan atas semua yang telah Yesus ucapkan menanggapi pertanyaan seorang muda yang kaya.
Pertanyaan yang juga masih kerap kita dengar masa ini. Banyak yang cenderung menghitung untung rugi keterlibatannya dalam pekerjaan penginjilan. Ada yang berkata, “Kalau saya menginjili, maka saya akan terlihat fanatik sehingga akan menyulitkan karier saya untuk menanjak.” Namun, ada juga yang memiliki ekstrim yang sebaliknya. Rajin menyumbang pekerjaan misi dengan motivasi agar Tuhan semakin memberkati usahanya. Memberi bagi misi dan kemudian diberkati itu hal yang pasti, tetapi jika laba yang menjadi motivasi kita memberi, maka itu hal yang keliru dan melukai hati Allah. Hal yang mendorong kita mempersembahkan semua yang kita miliki, haruslah kesadaran, bahwa semuanya adalah dari Allah, oleh Allah dan untuk Allah. Motivasi keterlibatan kita di dalam pekerjaan misi dan penginjilan, haruslah karena kasih Allah.
Lalu apakah upah Anda? Janji yang terkandung di ayat 30 jangan ditafsirkan secara harfiah. Upah yang disebutkan mengacu kepada hal-hal seperti: banyak rumah yang akan dibukakan bagi hamba-hamba Allah dan banyak hubungan baru di dalam keluarga Allah. Atau pokok-pokok ini secara kiasan dapat dianggap sebagai melukiskan banyak berkat rohani yang dicurahkan Allah atas orang-orang yang mengikuti Dia dengan pengorbanan, baik kini maupun kelak ketika Ia datang kedua kali.
Doa: “Ampuni kami yang melukai hati-Mu dengan pertanyaan tentang upah, padahal kami telah menerima semua yang terbaik yang kami perlu dari-Mu, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung