TEMBANG KENANGAN
Wahyu 2:1-5
Wahyu 2:4. “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.”
Hampir semua pasangan mengalami fase jenuh dalam hubungan mereka. Semua menjadi rutinitas dan kehilangan gairah layaknya dulu awal kita jatuh cinta. Hal yang sama dapat saja terjadi dalam hubungan kita dengan Tuhan. Kita masih beribadah, saat teduh, memuji dan menyembah, bahkan melayani, tetapi kita melakukannya dengan perasaan yang datar, karena semua sudah menjadi ritual. Secara tampak luar memang kondisi kita masih baik-baik saja. Namun, jika tidak segera dibereskan, hal ini berdampak bahaya. Tuhan memperingatkan, kalau kehilangan cinta mula-mua adalah sebuah hal yang Ia tidak suka (Wahyu 2:4-5).
Ketika saya merasa jenuh, biasanya yang akan saya lakukan adalah menyusun lagu rohani untuk saya dengarkan dengan list lagu-lagu yang memiliki nilai kenangan yang dalam, antara saya dengan Bapa di sorga. Ada banyak lagu rohani yang memiliki makna khusus bagi saya karena lewat lagu itu saya dibawa kembali kepada kenangan di mana saya mengalami perjumpaan dengan Allah secara pribadi. Salah satunya adalah lagu Sukacita Penuaian.
“Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang yang bermimpi.” Setiap kali mendengar lagu ini, mata saya kerap berkaca-kaca. Lagu ini mengingatkan akan masa pergumulan saya untuk pemulihan keluarga. Ayah yang menolak Injil dan adik-adik yang kala itu terikat dengan ketergantungan Narkoba. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup saya mendengar ‘suara Tuhan’, lewat lagu ini. Malam itu Allah menyatakan janji-Nya lewat lagu ini. Dan beberapa tahun kemudian, Ia menggenapinya. Keluarga saya dipulihkan-Nya.
Jadi, kalau hari ini Anda merasa jenuh atau penat akan pergumulan, putarlah lagu-lagu rohani yang pasti akan memberkati Anda karena mengandung nilai-nilai firman Tuhan yang menghidupkan.
Doa: “Tuhan Yesus, terima kasih untuk janji firman-Mu yang selalu menghidupkanku. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung