
MEMBERITAKAN INJIL KEPADA KELUARGA
Kisah Para Rasul 16:19-40
Kisah Para Rasul 16:34b. “Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.”
Di Filipi, Paulus dan Silas ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara karena memberitakan Injil. Tengah malam ketika Paulus dan Silas berdoa, terjadilah gempa bumi. Kepala penjara sempat mau bunuh diri karena menyangka tidak ada lagi orang di dalam tahanan. Paulus segera berkata: “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini”.
Dari rasa ketakutan muncul harapan baru ketika kepala penjara tersebut bertanya: “Tuan-tuan, apa yang harus aku perbuat supaya aku selamat?” Akhirnya, Paulus dan Silas memberitakan Injil, Paulus berkata: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Saat itu juga, kepala penjara di Filipi mengambil keputusan untuk percaya kepada Yesus, bahkan memberi dirinya untuk dibaptis. Namun, kisahnya tidak sampai di situ. Ketika kepala penjara membawa Paulus dan Silas ke rumahnya, ternyata seisi keluarganya juga terbuka hatinya untuk menerima Injil. Peristiwa ini menjadi mukjizat terbesar dan menjadi sumber sukacita bagi kepala penjara itu.
Apakah yang menjadi sumber kebahagiaan dan sukacita keluarga kita? Apakah ketika mendapat pekerjaan yang bagus, mobil, rumah, dan semua yang serba baru? Kalau kita bahagia karena mendapatkan hal-hal yang demikian, hal itu wajar, akan tetapi sifatnya semu. Karena itu, hendaklah kebahagiaan kita memiliki alasan yang sama dengan kepala penjara di Filipi, yakni karena kita dan seisi keluarga kita telah percaya kepada Yesus. Kematian dan kebangkitan Yesus harus terus dipercakapkan dalam keluarga kita untuk memastikan, bahwa semua anggota keluarga kita telah menerima Yesus.
Ingat, mukjizat terbesar bukan ketika kita mendapatkan berkat-berkat materi, tetapi ketika seluruh keluarga kita telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Haleluya!
Doa: “Ya Tuhan Yesus, kami mau dipakai menjadi alat-Mu untuk membawa keluarga kami percaya kepada-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung