Renungan Harian (19 Juli 2016)

19EMOSI

Efesus 4:26-27

Efesus 4:26. “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.”

Dalam kehidupan sehari-hari, dalam kesibukan dan tekanan rutinitas, juga karena keadaan sekitar kita, banyak faktor yang bisa membuat kita cepat naik darah atau marah. Ya, emosi pasti sangat mewarnai kehidupan kita sehari-hari karena manusia adalah makhluk yang punya perasaan, pastilah kemarahan menjadi bagian yang cukup dominan dalam diri kita. Karena tekanan faktor eksternal, banyak dari kita harus menahan atau menekan emosi, yang kadang seakan ingin meledak. Tentunya kita harus belajar atau berusaha keras untuk mengendalikan amarah kita.

Konsep tentang mengendalikan kemarahan diungkapkan dengan indah oleh Daud, sang pemazmur Alkitab. Ia berkata, ”Berhentilah marah dan tinggalkan panas hati, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan” (Mazmur 37:8). Cara untuk menghindari perkataan atau perbuatan yang akan Anda sesali kemudian adalah dengan menahan diri untuk tidak ”panas hati” sejak awal. Tentu saja, melakukannya tidaklah semudah mengatakannya. Tetapi, itu tidak mustahil!

Kita tidak mungkin bisa sepenuhnya menghindari orang-orang atau hal-hal yang bisa memicu kemarahan, tetapi Anda bisa belajar mengendalikan reaksi kita terhadap itu semua. Artinya, kita perlu mengubah cara berpikir. Orang-orang yang tuntutannya sangat tinggi cenderung memiliki problem kemarahan yang lebih besar. Mengapa? Karena bila seseorang atau sesuatu tidak memenuhi standar mereka yang tinggi, kekecewaan dan kemarahan pun gampang timbul.  Maka, jika kita tidak bisa menerima kekurangan, ingin semua sempurna, kehidupan kita akan penuh dengan frustrasi dan amarah.

Sebagai manusia yang tidak sempurna, sesekali kita pasti marah. Tetapi, cara kita mengungkapkan kemarahan adalah soal pilihan. Ya, dengan mengendalikan amarah, kita dapat mengungkapkan perasaan dengan cara yang positif, cara yang bermanfaat bagi semua. Selamat mencoba. (NK).

Doa: “Bapa yang baik, ampuni aku yang seringkali tak bisa menahan amarahku. Ajar aku Tuhan untuk lebih bisa mengendalikan emosiku, perbuatanku juga kemarahanku, agar aku tidak menjadi berdosa di hadapan-Mu. Amin.”

 

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …