Kejadian 15:5-21
Kejadian 15:6. “Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”
Kurang lebih 5 tahun yang lalu ketika saya mengikuti UN (Ujian Nasional) di SMA, yang terlitas dalam benak saya bukan pertanyaan apakah saya lulus? Karena saya sangat yakin kalau saya pasti lulus, namun yang menjadi pertanyaan adalah kemana saya setelah lulus?
Lalu Tuhan berkata, ”Jadilah pelayan-Ku. Aku akan membentuk dan memproses-Mu dengan cara-Ku.”
Walaupun saat itu saya tidak mengerti rencana Tuhan, bahkan sebenarnya rencana-Nya bertentang dengan cita-cita saya, akhirnya saya putuskan untuk berjalan sesuai kehendak-Nya. Di tengah perjalan mengikuti Dia, banyak didikan dan proses yang saya alami, yang mana tentu saja saya hampir meyerah dan tidak sanggup.
Kadang saya bertanya, “Kemana ini Tuhan? Apa lagi ini Tuhan?” Dia hanya menjawab, “Sudah nikmati saja, diamlah lihat saja, percaya saja.” Sampai saat ini saya merasa perjalanan saya bersama Dia begitu “luar biasa”, walau saya tidak tahu apa yang akan terjadi besok dan lusa, namun hati saya percaya ada rencana-Nya yang indah (Yer. 29:11).
Bapak Abraham juga mengalami hal yang serupa, pergi ke suatu tempat yang ia tidak tahu kemana, tapi karena Tuhan yang suruh dia pun pergi. Tuhan juga janjikan keturunan pada Abraham, sementara dia mempunyai istri yang mandul dan usia mereka telah lanjut. Dan tidak tanggung-tanggung janji Tuhan keturunannya akan seperti bintang di langit dan pasir di tepi laut. Setelah itu Allah kembali meminta Abraham untuk mempersembahkan Ishak kepada Tuhan. Abraham taat dan percaya Tuhan yang akan siapkan domba untuk menggantikan anaknya Ishak.
Karena imannya yang besar ini Abraham disebut sebagai bapak orang beriman. Karena iman Abraham, nama Tuhan dipermulikan dan karena iman Abraham kemulian Tuhan dapat dinyatakan.
Doa “Tuhan apa pun rencana dan rancangan-Mu dalam hidup kami, kami mau percaya dan menggandalkan Engkau saja dalam kehidupan kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung
